news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

20 Ribu WNI Dikirim Magang ke Luar Negeri, Menaker Akui Jadi Solusi Tekan Pengangguran

Kementerian Ketenagakerjaan bahkan menargetkan peningkatan jumlah peserta magang ke luar negeri pada 2026.
Kamis, 9 April 2026 - 12:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah mulai mendorong program magang luar negeri sebagai jalan keluar di tengah tekanan pasar kerja dalam negeri.

Kementerian Ketenagakerjaan bahkan menargetkan peningkatan jumlah peserta magang ke luar negeri pada 2026.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengungkapkan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi sudah diposisikan sebagai salah satu solusi konkret menghadapi persoalan ketenagakerjaan.

"Izin melaporkan, karena di agenda hanya terkait dengan magang, jadi kami memaknai bahwa ada magang dalam negeri, itu adalah program magang nasional, tapi juga ada magang luar negeri yang menurut kami ini menjadi salah satu solusi ketenagakerjaan yang kita hadapi saat ini," ucap Yassierli dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

Yassierli membeberkan, sepanjang 2025 pemerintah telah mengirim hampir 20 ribu tenaga kerja muda ke luar negeri melalui skema magang. Jepang masih menjadi tujuan utama.

"Jadi kami ingin melaporkan, Bapak dan Ibu, bahwa tahun lalu, 2025, kita mengirim hampir 20.000 orang ke luar negeri, sebagian besar itu Jepang, melalui jejaring sending organization, LPK dan sending organization," bebernya.

Tak berhenti di situ, pemerintah berencana menaikkan angka tersebut tahun ini. Target itu disebut sejalan dengan arahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Dan tahun ini, kita ingin angka tersebut meningkat sesuai juga dengan instruksi dari Pak Presiden. Apa yang kami lakukan, inilah strategi kami," lanjutnya.

Untuk mengejar target, Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga institusi pendidikan. Sejumlah nota kesepahaman juga sudah diteken untuk memperluas basis peserta.

"Kita memperkuat kerja sama dengan Disnaker, kita memperkuat kerja sama asosiasi, kita melakukan sosialisasi yang lebih intens kepada instansi pendidikan. Kami sudah menjalin MoU dengan Kementerian Dikdasmen, kita juga sudah memiliki MoU dengan Kementerian Diktisaintek," jelasnya.

Namun, ekspansi program ini masih menghadapi kendala klasik, terutama soal kemampuan bahasa jika ingin membuka pasar baru selain Jepang.

"Dan kemudian kita juga secara aktif mendatangi ya peluang-peluang penempatan magang di luar negeri yang saat ini memang kita masih fokus di Jepang, walaupun sudah ada beberapa permintaan dari negara lain, tapi biasanya isunya itu adalah terkait dengan bahasa, ya misalnya di Jerman, di Turki, di Taiwan, dan seterusnya," ungkap Yassierli.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral