- Instagram @kaltimtoday.co
Kapolda Riau Copot Kapolsek Panipahan Buntut Ratusan Warga Bakar Rumah Bandar Narkoba
Pekanbaru, tvOnenews.com - Kapolda Riau Irjen Pol Henry Heryawan mencopot Kapolsek Panipahan AKP Robiansyah dan Kanit Reskrim Aipda Rahmat Ilyas buntut aksi pengrusakan rumah terduga bandar narkoba pada Jumat (10/4/2026).
Ribuan warga menggeruduk rumah terduga bandar narkoba jenis sabu di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir pada Jumat (10/4/2026).
Kemarahan warga dipicu oleh maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Ribuan warga marah lantaran lemahnya penegakan hukum oleh aparat kepolisian dan terkesan membiarkan peredaran narkoba jenis sabu merajalela di wilayah tersebut.
- Instagram @kaltimtoday.co
Kapolda Riau akhirnya menjatuhkan sanksi pencopotan jabatan usai ribuan warga marah lantaran lemahnya penegakan hukum di wilayah tersebut.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan langkah pencopotan merupakan bentuk tanggung jawab institusi sekaligus evaluasi menyeluruh atas kegagalan menjaga stabilitas keamanan.
Ia menilai pengendalian situasi di tingkat Polsek tidak berjalan optimal hingga kondisi lapangan sempat lepas kendali.
Herry menegaskan, setiap pimpinan wilayah dituntut memiliki kepekaan dan kemampuan membaca situasi. Ketika fungsi itu tidak dijalankan dengan baik, tindakan tegas menjadi konsekuensi yang harus diambil.
Kapolda menekankan, kehadiran aparat di lapangan bertujuan memastikan situasi tetap terkendali, mencegah gejolak lanjutan, serta menyelesaikan persoalan secara menyeluruh, baik dari sisi keamanan, penegakan hukum, maupun pendekatan sosial.
Saat ini, kondisi di Panipahan dilaporkan mulai berangsur normal. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat sebagai langkah antisipasi.
"Kami ingin memastikan bahwa situasi tetap terkendali, tidak ada eskalasi lanjutan, serta seluruh permasalahan ditangani secara komprehensif, baik dari sisi keamanan, penegakan hukum, maupun pendekatan sosial," jelas Herry, Minggu (12/4/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak menempuh cara-cara melanggar hukum.
Terkait keresahan atas peredaran narkoba, Kapolda memastikan hal itu menjadi perhatian serius dan akan ditindak tegas melalui mekanisme hukum.
Herry mengajak masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban serta aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan.
"Stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama. Aparat hadir, tetapi peran masyarakat juga sangat menentukan," tegasnya.
Kronologi
Awalnya, ratusan warga menggelar aksi protes di depan Mapolsek Panipahan akibat kecewa terhadap aparat hukum terkait maraknya peredaran sabu di wilayah tersebut.
Tak puas dengan jawaban pihak kepolisian, ratusan massa yang kecewa kemudian bergerak ke rumah terduga bandar narkoba dengan jumlah yang lebih banyak lagi.
Warga awalnya melempari gerbang rumah dengan batu sambil berusaha memaksa masuk ke dalam rumah tingkat dua tersebut.
Sempat terjadi cekcok antara ribuan warga dengan sejumlah penghuni rumah. Namun kalah jumlah akhirnya penghuni rumah berusaha menutup rapat pintu gerbang.
Warga berusaha terus merangsek masuk hingga merusak pintu gerbang.
Tak berhenti sampai di situ, warga yang kadung marah langsung merusak dan membakar perabotan rumah.
Situasi semakin memanas, sejumlah motor yang terparkir di garasi dikeluarkan warga, dirusak, dibakar, bahkan dimasukan ke dalam selokan.
Sejumlah anggota polisi yang berada di lokasi pun tampak kewalahan menghentikan aksi brutal ribuan warga tersebut.
Tidak hanya tokoh pemuda, ibu-ibu bahkan anak-anak terlibat dalam penggerudukan rumah bandar narkoba tersebut.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap aparat penegak hukum, khususnya Polsek Panipahan yang dinilai belum mengambil langkah tegas terhadap aktivitas peredaran narkoba yang sudah meresahkan.
Ketegangan meningkat saat terjadi insiden antara warga dan aparat kepolisian yang berjaga. (muu)