- Antara
Dedi Mulyadi Sulap Halaman Gedung Sate, Proyek Rp15 Miliar Disiapkan Jadi Lokasi Upacara Kenegaraan
Bandung, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merealisasikan rencana besar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menata ulang kawasan depan Gedung Sate. Proyek senilai Rp15 miliar ini tidak sekadar mempercantik ruang publik, tetapi juga mengusung ambisi besar menjadikan area tersebut sebagai lokasi upacara kenegaraan di masa depan.
Langkah ini langsung menjadi sorotan, terutama karena dilakukan di tengah tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer pusat ke daerah pada APBD 2026.
Ambisi Dedi Mulyadi Ubah Wajah Gedung Sate
Penataan ulang plaza depan Gedung Sate merupakan bagian dari visi Dedi Mulyadi untuk mengembalikan fungsi simbolis kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas pemerintahan Jawa Barat.
Tak hanya itu, ia juga memiliki rencana strategis memindahkan lokasi upacara kenegaraan—termasuk peringatan Hari Kemerdekaan—dari Lapangan Gasibu ke halaman depan Gedung Sate.
“Ke depan, saya ingin upacara kemerdekaan bisa dilaksanakan di sini,” ujar Dedi dalam pernyataannya.
Rencana ini sekaligus menjadi upaya memperkuat identitas Gedung Sate yang selama ini dinilai kurang menonjol akibat tertutup bangunan tinggi di sekitarnya.
Plaza Dibongkar, Disiapkan Jadi Lapangan Upacara
Seiring dimulainya proyek, area plaza depan Gedung Sate kini mulai mengalami perubahan signifikan. Sejumlah elemen taman telah dibongkar untuk membuka ruang pembangunan.
Pantauan di lapangan menunjukkan:
-
Rumput dan tanaman telah dicabut
-
Ubin dan batu alam mulai dibongkar
-
Area dibersihkan untuk konstruksi lapangan baru
Langkah ini menjadi tahap awal pembangunan lapangan upacara yang dirancang lebih luas dan representatif.
Terintegrasi dengan Gasibu dan Koridor Diponegoro
Proyek ini tidak berdiri sendiri. Penataan dilakukan secara terintegrasi dengan sejumlah titik strategis di sekitarnya.
Kawasan yang akan dikembangkan meliputi:
-
Koridor Jalan Diponegoro
-
Lapangan Gasibu
Total luas area yang ditata mencapai sekitar 14.642 meter persegi. Integrasi ini diharapkan menciptakan ruang publik yang lebih terbuka, terhubung, dan mencerminkan karakter budaya Jawa Barat.
Selain itu, penataan juga mencakup pedestrian dan ruang terbuka yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Anggaran Rp15 Miliar dan Proses Tender
Proyek revitalisasi ini menggunakan anggaran sebesar Rp15 miliar yang telah melalui proses tender pada Maret 2026 melalui sistem Inaproc.
Pelaksanaan proyek dijadwalkan berlangsung selama hampir empat bulan, yakni:
-
Mulai: 8 April 2026
-
Target selesai: 6 Agustus 2026
Pemerintah daerah memastikan bahwa pelaksanaan dilakukan secara sistematis dan transparan, termasuk dalam penataan elemen-elemen penting di kawasan tersebut.
Nasib Prasasti Sapta Taruna Disorot
Di tengah pembangunan, perhatian publik juga tertuju pada keberadaan Batu Prasasti Sapta Taruna yang selama ini menjadi simbol Hari Bakti Pekerjaan Umum.
Pemerintah memastikan bahwa prasasti tersebut tidak akan dihilangkan, melainkan ditata ulang sebagai bagian dari konsep kawasan yang baru.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, menegaskan bahwa seluruh elemen akan tetap diperhatikan dalam proses revitalisasi.
Sudah Lewat Kajian Teknis
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memastikan bahwa proyek ini bukan keputusan mendadak, melainkan telah melalui kajian teknokratis yang matang.
Menurutnya, kebijakan ini diambil untuk memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari sisi fungsi ruang publik maupun nilai simbolis kawasan pemerintahan.
Pemerintah juga masih akan melakukan evaluasi terhadap desain akhir serta timeline pelaksanaan agar proyek berjalan sesuai rencana.
Proyek di Tengah Tekanan Anggaran
Di sisi lain, proyek ini menjadi perhatian karena dilakukan saat kondisi fiskal Jawa Barat sedang tertekan.
Pemprov Jabar diketahui mengalami pemangkasan dana transfer pusat sebesar Rp2,458 triliun pada APBD 2026. Anggaran yang semula diproyeksikan Rp31,1 triliun turun menjadi sekitar Rp28,3 hingga Rp28,6 triliun.
Pemotongan tersebut mencakup:
-
Dana Bagi Hasil (DBH)
-
Dana Alokasi Umum (DAU)
-
Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik
Meski demikian, pemerintah daerah tetap melanjutkan proyek ini sebagai bagian dari prioritas pembangunan kawasan strategis dan penguatan identitas daerah.
Penataan ulang Plaza Gedung Sate menjadi langkah besar yang mencerminkan visi kepemimpinan Dedi Mulyadi. Tidak hanya membangun ruang fisik, proyek ini juga membawa misi simbolik: mengembalikan Gedung Sate sebagai jantung pemerintahan sekaligus ruang publik yang hidup di Jawa Barat. (nsp)