news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi Ajak Gen Z Nikah Sederhana di KUA Ketimbang Gelar Pernikahan Mewah Tapi Hasil 'Ngutang'.
Sumber :
  • tim tvOnenews.com

Dedi Mulyadi Ajak Gen Z Nikah Sederhana di KUA Ketimbang Gelar Pesta Pernikahan Mewah Tapi Hasil 'Ngutang'

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak anak muda khususnya Generasi Z (Gen Z) menikah sederhana, termasuk di Kantor Urusan Agama (KUA), pasalnya Gen Z...
Rabu, 15 April 2026 - 12:03 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak anak muda khususnya Generasi Z (Gen Z) menikah sederhana, termasuk di Kantor Urusan Agama (KUA).

Pesan itu Dedi Mulyadi sampaikan saat ia menyoroti rendahnya kepemilikan rumah di kalangan anak muda, khususnya Gen Z saat ini.

Dedi Mulyadi mengatakan persoalan tersebut tidak lepas dari pola prioritas ekonomi pasangan muda yang masih lebih mementingkan seremoni pernikahan dibandingkan kebutuhan dasar, khususnya hunian.

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM ini menegaskan pentingnya pergeseran pola pikir dalam membangun rumah tangga.

Ilustrasi Pernikahan
Sumber :
  • ANTARA

KDM mendorong agar pasangan muda bisa mengalokasikan dana untuk kepemilikan rumah sebagai fondasi ketahanan keluarga jangka panjang.

Menurutnya, persoalan ini menjadi masalah mendasar yang berkaitan erat dengan ketahanan domestik.

"Filosofi Sunda mengajarkan imah kudu pageuh, beuteung kudu seubeuh (rumah harus kokoh, perut harus kenyang). Ini merupakan penegasan bahwa rumah adalah kebutuhan primer yang tidak bisa ditawar," kata Dedi di Kabupaten Bandung, dikutip Rabu (15/4/2026).

KDM menyoroti fenomena sosial di mana pasangan muda kerap terjebak dalam beban finansial akibat pesta pernikahan mewah.

Ia menilai tradisi tersebut justru menjadi kontraproduktif, terutama jika dibiayai melalui pinjaman informal seperti bank keliling atau 'bank emok'.

"Daripada dana tersebut habis untuk pesta yang hanya berlangsung semalam, jauh lebih bijaksana jika dialokasikan sebagai uang muka perumahan. Menjadi raja semalam di pelaminan tidak sebanding dengan kepastian memiliki tempat berteduh selamanya," tuturnya.

Menurut pengamatan KDM, tekanan psikologis dan ekonomi akibat belum memiliki rumah jauh lebih berat dibandingkan menyederhanakan prosesi pernikahan.

Oleh karena itu, Dedi mengajak generasi muda untuk tidak ragu melangsungkan akad nikah secara sederhana, termasuk di Kantor Urusan Agama (KUA).

Dia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga muda.

Dengan memiliki aset properti sejak dini, meski melalui skema cicilan, pasangan muda dinilai akan memiliki stabilitas finansial yang lebih baik ke depan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

13:20
08:32
09:39
10:46
01:34
08:14

Viral