- Kolase tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar & Instagram/@s_tjo
Bahlil Blak-blakan Puji Kecerdasan Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Harusnya Setara Jabatan Kualitas Menteri
Ternate, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memuji Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos.
Bahlil mengapresiasi Sherly Tjoanda saat berpidato dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Partai Golkar Malut di Ternate, Minggu (14/4/2026).
Di momen itu, Bahlil tidak bisa menutupi kekagumannya. Ia melihat gaya komunikasi Sherly Tjoanda bukan hanya di level sebagai Gubernur, tetapi setingkat dengan Menteri.
"Ibu ini sebenarnya jabatan Gubernur tapi kualitas Menteri," ujar Bahlil dikutip, Rabu (15/4/2026).
Alasan Bahlil Puji Sherly Tjoanda
- Istimewa
Pujian Bahlil bermula saat dirinya melihat Sherly Tjoanda memberikan sambutan. Menteri ESDM itu terkejut usai Sherly menggetarkan gelaran Musda Golkar Malut.
Selepas itu, Bahlil memberikan sambutannya. Ia langsung membicarakan sosok Sherly Tjoanda.
Pada momen itu, Bahlil kembali mengenang kebersamaannya dengan suami Sherly Tjoanda, mendiang Benny Laos. Hubungan persahabatan keduanya telah terjalin sejak lama.
"Saya jujur mengatakan bahwa suaminya sahabat saya, saya bersahabat baik, hotel ini dulu dibangun kalau tidak salah 2005 atau 2006," terangnya.
Kebersamaan keduanya berlanjut di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Saat itu Bahlil menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI Papua, sedangkan mendiang Benny Laos menjadi Ketum HIPMI Maluku Utara.
Hubungan persahabatan inilah membuat Bahlil menilai sosok mendiang suami Sherly dianggap memiliki kepribadian yang cerdas.
Terkini, Bahlil memberikan penilaian kecerdasan tersebut juga dimiliki oleh Sherly Tjoanda. Padahal jika dibandingkan dari segi pengalaman, Benny memiliki catatan mentereng dalam dunia politik.
Bagi Bahlil, Benny sudah terbiasa saat berkomunikasi dalam dunia politik maupun berbicara di hadapan publik. Tak heran, mendiang suami Sherly menjadi harapan penuh bagi masyarakat.
"Kami sama-sama bersahabat, saya pikir suaminya aja yang cerdas, ternyata begitu saya lihat pidato istrinya lebih cerdas daripada almarhum suaminya," puji Bahlil.
Kenapa Bahlil Bandingkan Kecerdasan Sherly Tjoanda?
Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menyoroti sejumlah poin gagasan dalam pidato Sherly Tjoanda. Gubernur Malut menyinggung tentang hilirisasi, industrialisasi hingga transisi energi.
Ia tidak menyangka Sherly sudah memikirkan hal itu. Bukan tanpa alasan, Sherly bertujuan agar ketiga aspek tersebut berjalan lancar di Provinsi Malut.
Bahlil pun membandingkan pemikiran Sherly dengannya, terkhusus saat ia menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2021-2024.
Bagi Bahlil, gaya pemikiran dan kecerdasan Sherly tidak boleh dianggap sembarangan.
"Itu mirip-mirip pikiran Menteri Investasi. Jadi, tadi saya sedang melihat kok sama waktu saya menjadi Menteri Investasi berpidatonya sama Ibu Sherly," katanya.
Meski begitu, Bahlil berkelakar kepada Sherly Tjoanda. Dalam imbuhannya, ia melobi secara halus agar Gubernur Malut tersebut diharapkan bisa masuk ke Partai Golkar.
"Tapi tergantung Bu, kalau menterinya itu harus ada Partai Politik yang mendorong-dorong. Tinggal Ibu bisa lihat mana partai masa lalu, mana partai masa sekarang, dan mana partai masa depan," kelakar Bahlil.
Sementara, dalam forum tersebut, Sherly Tjoanda menyampaikan pesan penting. Ia menjelaskan bahwa, Malut sebagai provinsi yang dikenal memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 34 persen.
Sayangnya Sherly merasa resah di tengah pertumbuhan ini, terdapat kebijakan pemotongan anggaran kurang lebih 60 persen dari total Dana Bagi Hasil (DBH).
Menurutnya, program ini sangat berdampak pada kondisi Malut yang kini masih membutuhkan pembangunan jalan dan jembatan. Berdasarkan hasil blusukan di lapangan, pembangunan belum terjadi secara merata.
"Kalau kita turun ke daerah, masih banyak warga belum memiliki rumah layak, belum punya kamar mandi, anak muda tidak bisa kuliah. Masyarakatnya belum sejahtera, dalam arti yang sesungguhnya," jelas Sherly.
Sherly berharap kepada Bahlil. Kebijakan program ini sebaiknya ditunda guna tidak mengganggu program yang dijalankan Pemprov Malut.
"Oleh karena itu, mohon di tahun 2027, mungkin Pak Menteri bisa menyampaikan kiranya DBH kalau bisa jangan dipotong," harap dia.
(hap)