- Antara Foto
Evakuasi WNI dari Iran Berlanjut, 45 Orang Dipulangkan Bertahap Imbas Konflik Timur Tengah
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kembali melanjutkan proses evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran. Sebanyak 45 WNI dipulangkan secara bertahap dalam tiga kloter menyusul eskalasi konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perlindungan negara terhadap warganya di luar negeri, terutama di wilayah yang terdampak ketegangan geopolitik.
Tiba Bertahap, Kloter Pertama Sudah Mendarat
Kemlu RI memastikan bahwa proses pemulangan dilakukan secara bertahap mulai 14 hingga 16 April 2026. Kloter pertama telah tiba dengan selamat di Indonesia.
Para WNI tersebut mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Selasa (14/4/2026) pukul 18.00 WIB setelah menempuh perjalanan udara melalui Baku, Azerbaijan.
Setibanya di Tanah Air, para WNI langsung diserahkan kepada sejumlah instansi terkait untuk proses pemulangan lanjutan ke daerah asal masing-masing.
Instansi yang terlibat antara lain:
-
Dinas Sosial DKI Jakarta
-
Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat
-
Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah
-
Badan Penghubung Provinsi Lampung
Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh WNI dapat kembali ke daerahnya dengan aman dan terkoordinasi.
Dua Kloter Menyusul Hingga 16 April
Setelah kloter pertama, Kemlu RI menjadwalkan dua gelombang kedatangan berikutnya dalam waktu berdekatan.
-
Kloter kedua: dijadwalkan tiba pada Rabu (15/4/2026)
-
Kloter ketiga: akan tiba pada Kamis (16/4/2026)
Proses ini dilakukan secara terstruktur untuk memastikan keselamatan dan kelancaran pemulangan di tengah situasi yang masih dinamis.
Respons Cepat Kemlu dan Perwakilan RI
Evakuasi ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Kemlu RI dengan perwakilan Indonesia di luar negeri, khususnya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dan Baku.
Kedua perwakilan tersebut berperan penting dalam memastikan proses evakuasi berjalan aman, mulai dari pendataan, pengamanan, hingga pengaturan jalur perjalanan.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna menentukan langkah lanjutan yang diperlukan.
Ratusan WNI Masih Bertahan di Iran
Berdasarkan data KBRI Teheran per 7 April 2026, masih terdapat 281 WNI yang berada di wilayah Iran. Sebagian besar dari mereka diketahui merupakan pelajar atau mahasiswa yang tinggal di Kota Qom.
Selain itu, terdapat pula pekerja migran dan ekspatriat yang masih menetap di negara tersebut.
Kemlu RI menegaskan bahwa komunikasi dengan para WNI terus dilakukan secara intensif untuk memastikan kondisi mereka tetap aman serta mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Lebih dari 700 WNI Tertahan di Timur Tengah
Di luar Iran, pemerintah juga mencatat ada lebih dari 700 WNI yang masih tertahan di kawasan Timur Tengah akibat gangguan penerbangan yang dipicu konflik.
Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa seluruh WNI tersebut saat ini dalam proses penanganan untuk dipulangkan secara bertahap.
Mereka menunggu jadwal penerbangan yang memungkinkan untuk kembali ke Indonesia dengan aman.
Ribuan WNI Sudah Dipulangkan
Upaya pemulangan WNI sebenarnya telah dilakukan sejak awal eskalasi konflik. Hingga pekan lalu, perwakilan Indonesia di Timur Tengah telah memfasilitasi repatriasi mandiri bagi 2.284 WNI.
Jumlah tersebut belum termasuk jamaah umrah yang juga terdampak dan mengalami kendala kepulangan akibat terganggunya jalur penerbangan internasional.
Fokus pada Keselamatan dan Perlindungan
Langkah evakuasi bertahap ini menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi warga negara di tengah situasi krisis global. Keselamatan WNI menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
Kemlu RI juga terus melakukan asesmen situasi serta menyiapkan langkah antisipatif apabila kondisi di kawasan semakin memburuk.
Koordinasi lintas negara dan instansi menjadi kunci dalam memastikan seluruh proses berjalan efektif dan aman bagi para WNI. (ant/nsp)