- Pemprov Jabar
Halaman Gedung Sate Ditata Ulang, Dedi Mulyadi: Biar Enggak Macet Pas Demo
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan alasan ditata ulangnya halaman Gedung Sate.
Pria yang lebih akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini mengatakan salah satu alasan halaman Gedung Sate ditata ulang adalah aksi demo.
Menurut dia, halaman Gedung Sate dan Gasibu yang terpisah seperti saat ini membuat Jalan Diponegoro yang berada di antaranya ditutup ketika aksi demo digelar.
KDM menilai kondisi itulah yang menyebabkan kemacetan parah di wilayah itu saat aksi demo berlangsung.
Oleh karenanya, KDM mulai menata halaman Gedung Sate dan mengalihkan Jalan Diponegoro dengan membelah Lapangan Gasibu untuk dijadikan jalan baru.
"Era demokratisasi melahirkan demonstrasi. Setiap aksi itu Jalan Diponegoro ditutup, ke depan tidak akan lagi, karena nantinya akan melingkar (ke Gasibu) dan tetap terbuka," ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Dedi Mulyadi menjelaskan nantinya Jalan Diponegoro akan dibelokkan di depan gerbang Hotel Pullman yang sejajar tepat dengan titik tengah Lapangan Gasibu Bandung.
Meski demikian, belum diketahui apakah fasilitas penunjang Lapangan Gasibu seperti jogging track, toilet, taman dan perpustakaan akan tetap ada atau malah ditiadakan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak taman hijau mulai digunduli, ubin-ubin dan batu alam plaza dibongkar dan tanaman dicabuti untuk memberikan ruang bagi lapangan upacara yang baru.
Melansir data dari Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat, proyek yang dijadwalkan berlangsung dari 8 April-6 Agustus 2026 ini turut mencakup penataan pedestrian dan elemen ruang terbuka publik.
Nantinya revitalisasi ini akan mengintegrasikan Plaza depan Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro hingga Lapangan Gasibu sebagai satu sumbu utama seluas 14.642 meter persegi. (ant/nsi)