news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

SMA Negeri 1 Purwakarta acungkan jari tengah ke guru.
Sumber :
  • ist

Siswa SMA di Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Dedi Mulyadi Ngamuk Tolak Sanksi Skors: Beri Hukuman Lebih Berat Selama 3 Bulan

Tampak siswa tersebut mengacungkan jari tengah hingga menjulurkan lidah ke arah guru di dalam kelas.
Minggu, 19 April 2026 - 08:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video berdurasi 31 detik yang memperlihatkan perilaku tidak pantas sejumlah siswa SMA Negeri 1 Purwakarta terhadap guru viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui melibatkan siswa kelas XI IPS.

Dalam rekaman yang beredar, tampak beberapa siswa menunjukkan gestur tidak sopan kepada seorang guru perempuan bernama Atum, yang baru mengajar di sekolah tersebut. Tampak siswa tersebut mengacungkan jari tengah hingga menjulurkan lidah ke arah guru di dalam kelas.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyampaikan bahwa insiden terjadi pada Kamis (16/4/2026) setelah mata pelajaran pengolahan makanan selesai. Ia menyebut terdapat sembilan siswa yang terlibat dalam kejadian tersebut.

“Setelah kegiatan itu selesai, kemudian terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak tersebut,” ujar Purwanto.

Hingga kini, motif di balik tindakan para siswa masih dalam proses pendalaman oleh pihak sekolah dan dinas terkait. Meski demikian, langkah cepat telah diambil dengan memanggil seluruh siswa yang terlibat beserta orangtua mereka.

Para siswa disebut telah mengakui kesalahan dan menyampaikan penyesalan atas tindakan yang dilakukan. Sebagai sanksi awal, pihak sekolah menjatuhkan skorsing selama 19 hari kepada para siswa tersebut.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan pandangan berbeda. Ia menilai hukuman skorsing belum tentu efektif dalam membentuk karakter siswa.

Menurutnya, sanksi yang bersifat edukatif seperti kerja sosial justru lebih tepat. Ia mengusulkan agar siswa diberikan tugas membersihkan lingkungan sekolah, seperti menyapu halaman dan membersihkan toilet secara rutin.

“Saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selama 19 hari, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menambahkan, hukuman tersebut dapat berlangsung antara satu hingga tiga bulan, tergantung pada perubahan sikap yang ditunjukkan siswa.

Peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan Jawa Barat, terutama terkait penggunaan ponsel di lingkungan sekolah. Purwanto menilai, penyebaran video tersebut tidak lepas dari kuatnya pengaruh budaya digital di kalangan pelajar.

Ke depan, pembinaan karakter siswa akan diperkuat dengan menekankan nilai empati, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap guru. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang dan memperkuat etika di lingkungan pendidikan. (nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
01:11
00:57
01:39
01:00
01:34

Viral