- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Buntut Viralnya Video Ceramah Jusuf Kalla di UGM, JK Terjunkan Tim Ahli IT untuk Melacak Dalangnya
Jakarta, tvOnenews.com - Buntut viralnya di media sosial, terkait potongan video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ternyata membuat JK geram hingga pihaknya telah menerjunkan tim ahli teknologi informasi (IT) untuk melacak asal-usul penyebaran potongan video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Langkah ini diambil menyusul tuduhan penistaan agama yang dialamatkan kepada dirinya.
Bahkan JK menyatakan bahwa video yang beredar di media sosial merupakan potongan pendek berdurasi sekitar 45 hingga 50 detik yang telah dipisahkan dari konteks utuhnya.
Menurutnya, penghilangan konteks tersebut telah menggiring opini publik dan memicu kegaduhan.
"Kita minta polisi minta juga ahli-ahli IT untuk meneliti ini dari mana asalnya. Ini kan semua lewat IT, kita ingin tahu siapa yang mula-mula memasukkan dua kalimat itu (potongan video) dan mengedarkannya," jelas Jusuf Kalla (JK) kepada awak media, Selasa (21/4/2026).
Kemudian, mantan orang nomor dua di Indonesia itu menegaskan bahwa pelacakan digital ini sangat penting untuk mengungkap apakah ada pihak tertentu yang secara sengaja mengorkestrasi isu SARA untuk memecah belah masyarakat.
Meski sudah memulai langkah investigasi mandiri lewat tim ahli, JK enggan terburu-buru menunjuk pihak tertentu sebagai tersangka utama.
"Jangan, saya tidak mau menduga-duga, tapi sekarang sedang diteliti lewat teknologi siapa itu (pelakunya)," beber JK.
Terkait laporan hukum yang dilayangkan oleh sejumlah pihak atas tuduhan penistaan agama, JK mengaku tidak terlalu ambil pusing.
JK justru menekankan agar publik melihat kesaksian para tokoh agama dari Poso dan Ambon yang hadir dalam konferensi pers tersebut untuk menjelaskan fakta sosiologis yang sebenarnya terjadi saat konflik masa lalu.
Untuk diketahui pada pagi ini, JK mengundang sejumlah tokoh yang terlibat dalam Perjanjian Malino I dan II ke Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan.
Pertemuan ini bertujuan untuk meluruskan pemahaman terkait isi ceramahnya di UGM beberapa waktu lalu.
"Saya mengundang bapak-bapak, teman-teman dari Ambon, Poso untuk memberikan pengertian kita semua," pungkasnya. (aag)