news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo dan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan.
Sumber :
  • Instagram/Sekretariat Kabinet

Luhut Dipanggil ke Istana, Pemerintah Siapkan Jurus Jaga Daya Beli hingga Tarik Modal Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026), dalam langkah cepat merespons tekanan ekonomi global sekaligus menjaga stabilitas domestik
Selasa, 21 April 2026 - 19:06 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026), dalam langkah cepat merespons tekanan ekonomi global sekaligus menjaga stabilitas domestik.

Pertemuan tingkat tinggi ini menggarisbawahi keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik global yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan arus investasi ke Indonesia.

“Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Bapak Luhut Binsar Panjaitan di Istana Merdeka, 21 April 2026,” kata Teddy Indra Wijaya dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Dalam pembahasan tersebut, pemerintah menilai kondisi ekonomi nasional masih berada dalam jalur yang terjaga, meski tekanan eksternal terus meningkat. Karena itu, strategi antisipatif langsung disiapkan untuk menjaga momentum pertumbuhan.

“Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan,” ujarnya.

Salah satu fokus utama adalah menjaga daya beli masyarakat melalui skenario kebijakan yang lebih presisi. Luhut disebut membawa sejumlah opsi, termasuk optimalisasi anggaran negara dan transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial.

“Digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos,” jelasnya.

Langkah digitalisasi ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah memperkuat tata kelola fiskal, sekaligus memastikan APBN tetap sehat di tengah tekanan global.

Tak hanya fokus ke dalam negeri, pemerintah juga mengincar peluang dari luar. Dalam situasi global yang dinamis, Indonesia melihat potensi masuknya arus modal baru, khususnya dari kawasan Timur Tengah.

“Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional,” paparnya.

Dengan kombinasi kebijakan menjaga daya beli, digitalisasi bantuan sosial, dan strategi menarik investasi global, pemerintah berupaya memastikan ekonomi Indonesia tetap stabil dan kompetitif di tengah ketidakpastian dunia. (agr/ree)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:15
05:13
01:54
02:04
01:04
05:37

Viral