- Antara
Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok
Jakarta, tvOnenews.com - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan apresiasinya terhadap kaum perempuan di Papua Barat Daya.
Gibran mengajak para ibu atau yang akrab disapa "Mama Papua" untuk berbelanja kebutuhan pokok di salah satu supermarket di Kota Sorong, Selasa (21/4).
Kunjungan kerja Wapres di Sorong ini merupakan kelanjutan dari perjalanannya setelah bertolak dari Yahukimo.
Setibanya di lokasi, Gibran disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga, khususnya para perempuan yang menjadi penggerak ekonomi di Bumi Cendrawasih.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Gibran membagikan voucer belanja senilai Rp500.000 kepada 100 orang janda di Sorong.
Voucer tersebut dapat digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga di pasar swalayan tersebut.
Salah satu warga yang menerima manfaat, Joice Merauga (46), mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.
"Ini sangat membantu kami. Saya bisa beli kebutuhan anak-anak, seperti popok, gula, telur dan lainnya. Terima kasih untuk Bapak Gibran," tutur Joice saat ditemui di lokasi.
Aksi ini mendapat tanggapan positif dari pemerintah daerah setempat. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya, Anie Nauw, menilai agenda belanja bersama ini merupakan wujud kasih sayang yang langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat, bukan sekadar seremoni belaka.
Anie menjelaskan bahwa pihaknya memang memfasilitasi 100 orang janda agar dapat bertatap muka langsung dengan orang nomor dua di Indonesia tersebut.
"Momentum ini luar biasa bagi kami. Di Hari Kartini, mama-mama Papua bisa bertemu langsung dengan Wakil Presiden dan merasakan perhatian nyata melalui kegiatan sederhana seperti belanja bersama," ujar Anie.
Ia pun menaruh harapan besar agar dukungan terhadap kemajuan perempuan di Papua terus berlanjut secara berkesinambungan.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan sangat penting agar mereka bisa lebih berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi ketimpangan. Perempuan Papua harus terus didorong untuk berdaya, berkarya, dan berdampak,” ujarnya. (ant/dpi)