- tim tvone - syamsul huda
Prabowo Disebut Bakal Hadiri May Day 2026, Aktivis Imbau Massa Jaga Kondusifitas
Jakarta, tvOnenews.com - Berbagai elemen pekerja direncanakan akan menyampaikan aspirasi secara terbuka di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026, pada Jumat (1/5/2026) mendatang.
Aktivis Pergerakan, Bimo Prawiro menyampaikan apresiasi terkait rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi rencana kehadiran Presiden dalam peringatan May Day 2026. Ini menjadi sinyal positif bahwa pemerintah memberikan perhatian terhadap aspirasi dan isu-isu ketenagakerjaan,” kata Bimo, dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, Bimo menegaskan bahwa May Day merupakan momentum penting bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Namun saat pelaksanaannya, Bimo menyampaikan perlunya pelaksanaan penyampaian pendapat secara damai dan tertib.
“May Day merupakan momentum penting bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka, namun tetap harus dijaga agar berlangsung damai, tertib, dan bermartabat,” jelas Bimo.
Nantinya sejumlah aspirasi yang akan disuarakan oleh para pekerja berkaitan dengan kenaikan upah minimum tahun 2026, revisi UMP DKI 2026, penghapusan sistem outsourcing, pengesahan undang-undang ketenagakerjaan, serta reformasi di bidang perpajakan dan jaminan sosial.
Terkait dengan hal tersebut, Bimo mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga fokus pada tujuan utama.
“Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga fokus pada substansi perjuangan, sehingga tuntutan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh semua pihak,” ungkap Bimo.
Kemudian, Bimo juga mengingatkan kepada masyarakat yang turun aksi untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan dalam aksi.
“Kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap kemungkinan adanya pihak-pihak yang dapat mengganggu jalannya aksi. Jangan sampai hal tersebut mengalihkan tujuan utama perjuangan buruh,” ujarnya.
Menurutnya, aksi yang berlangsung tertib akan memperkuat posisi pekerja dalam menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.
Seluruh pihak diharapkan dapat menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas selama kegiatan berlangsung, sehingga penyampaian aspirasi dapat berjalan secara damai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(ars/raa)