- istimewa
Dugaan Malpraktik Operasi Angkat Rahim Tanpa Biopsi Gegerkan Medan, Kemenkes Beri Respons Begini
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang ibu rumah tangga, Mimi Maisyarah (48), dilaporkan dalam kondisi kritis usai menjalani operasi pengangkatan rahim di RS Muhammadiyah Medan.
Kasus ini viral di media sosial setelah keluarga mengungkap adanya kejanggalan prosedur medis yang diduga dilakukan tanpa pemeriksaan biopsi terlebih dahulu.
Kementerian Kesehatan RI belum memberikan penjelasan rinci terkait kasus tersebut. Juru Bicara Kemenkes Widyawati hanya memberikan respons singkat saat dikonfirmasi.
“Bisa ke RS terkait ya,” ujarnya melalui pesan teks saat dihubungi tvOnenews.com, Jumat (24/4/2026).
Saat ditanya lebih lanjut mengenai sikap Kemenkes, ia menegaskan bahwa penanganan kasus dilakukan secara bertahap.
“Semua tentu melalui berjenjang,” katanya, tanpa memberikan penjelasan tambahan.
Upaya konfirmasi lanjutan tidak mendapat respons. Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyatakan, masih melakukan pengecekan internal.
“Saya cek di internal dulu,” ujarnya singkat saat dihubungi.
Tim tvOnenews.com mencoba konfirmasi ke Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melalu pesan teks, namun yang bersangkutan juga tidak memberikan respons.
Di sisi lain, keluarga korban mengungkap kronologi yang memicu dugaan malpraktik. Mereka menyebut tindakan operasi dilakukan tanpa prosedur biopsi, hanya berdasarkan hasil USG yang menyimpulkan adanya miom.
“Di rumah sakit ini (RS Muhammadiyah) enggak ada biopsi. Kami hanya disuruh USG, langsung dibilang anemiom (miom) dan besoknya langsung operasi. Padahal kalau di RS lain (RS Haji), dilakukan biopsi dulu, diambil jaringannya ke lab. Di sanalah baru ketahuan kalau ternyata itu kanker stadium 3, bukan miom,” ungkap pihak keluarga.
Kondisi korban justru memburuk pascaoperasi. Luka disebut mengeluarkan bau tak sedap hingga membusuk, sehingga pasien akhirnya dirujuk ke rumah sakit lain.
Lebih jauh, keluarga juga menemukan kejanggalan serius dalam tindakan bedah. Meski rahim telah diangkat, bagian mulut rahim disebut masih tertinggal, yang diduga memperparah kondisi pasien.
“Dia mengangkat rahim, tapi ditinggalkannya mulut rahimnya. Kalau memang enggak bisa menyelesaikan atau enggak bisa ngerjain ini, harusnya rujuk aja ke tempat lain dari awal,” ujar Anggi Mauliza, keponakan korban.