news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menbud Fadli Zon saat peresmian Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia di Shanghai, China, Sabtu (25/4/2026)..
Sumber :
  • Kemenbud

Fadli Zon Targetkan RI Jadi Produsen dan Eksportir Budaya Digital Dunia: Indonesia adalah Semesta Cerita

Berkaca pada China sebagai salah satu pusat utama industri budaya digital dunia, Fadli Zon mendorong agar Indonesia turut jadi pemain global dalam industri budaya digital.
Minggu, 26 April 2026 - 19:37 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong talenta Indonesia agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu berperan sebagai produsen, kreator, pengembang, sekaligus eksportir kekayaan intelektual budaya digital.

Hal itu disampaikan Menbyd Fadli Zon saat peresmian Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia di Shanghai, China.

"Kita harus memastikan bahwa Indonesia tidak berhenti sebagai konsumen, tetapi mulai bergerak menjadi produsen, pencipta, pengembang, dan eksportir KI budaya digital. Untuk itu, kita perlu memperkuat ekosistem melalui pembiayaan, riset, teknologi, manajemen produksi, kualitas talenta, pemasaran, distribusi, serta perlindungan KI," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Menbud menilai, sektor animasi dan gim merupakan bagian penting dari industri kreatif yang memiliki nilai strategis tinggi.

Industri gim global diproyeksikan menembus lebih dari 275 miliar dolar AS pada 2026, didorong oleh pertumbuhan mobile gaming, e-sports, cloud gaming, dan distribusi digital.

Pada kuartal pertama 2026, Indonesia mencatat sekitar 870 juta unduhan gim mobile. Jumlah pemain gim mencapai sekitar 192 juta orang atau sekitar 43 persen dari total gamer di Asia Tenggara.

Nilai pasar gim domestik diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar AS. Namun, menurut Fadli Zon, pasar tersebut masih didominasi produk luar negeri sehingga Indonesia perlu memperkuat posisi sebagai produsen.

Ia juga menilai China sebagai salah satu pusat utama industri budaya digital dunia, dengan dukungan ekosistem teknologi, kapasitas produksi, jaringan industri, distribusi, serta kemampuan komersialisasi yang kuat.

Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar dan berpotensi menjadi sumber ide, karakter, dan visual dalam pengembangan karya digital.

"Bagi para kreator, Indonesia adalah semesta cerita. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan budaya ini diolah secara kreatif, akurat, dan kompetitif; bagaimana budaya tidak berhenti sebagai ornamen visual, tetapi menjadi sumber pengetahuan, narasi, karakter, dan world-building yang kuat," kata dia.

Fadli Zon berharap kehadiran pusat riset bersama animasi dan gim antara Indonesia dan China dapat menjadi penghubung antara teknologi dan kreativitas kedua negara, sekaligus membuka akses ke pasar global.

Ia juga menilai pembangunan pusat tersebut dapat mendorong lahirnya kekayaan intelektual bersama berbasis budaya kedua negara, memperkuat talenta di bidang animasi dan gim, serta meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.

Selain itu, inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses karya ke pasar Indonesia, China, Asia Tenggara, hingga global, sekaligus memperkuat diplomasi budaya melalui produk digital. (ant/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral