- Antara
Polisi Ungkap Pengeroyok Anggota TNI Pegawai Kemhan di Depok Beraksi Tangan Kosong, di Bawah Pengaruh Alkohol
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi menangkap dua pelaku pengeroyokan anggota TNI AD usai menegur warga yang memarahi anaknya di Terminal Depok Baru, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026) malam.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama menerangkan, para tersangka merupakan warga yang sehari-hari beraktifitas di lokasi. Satu diantaranya merupakan juru parkir.
Adapun saat melancarkan aksinya, pelaku hanya menggunakan tangan kosong tanpa bantuan benda lain.
“Betul (tangan kosong), tidak ada menggunakan alat, hanya menggunakan tangan kosong,” kata Made Gede, kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, Made Gede menerangkan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku beraksi dalam pengaruh alkohol.
“Dapat kami sampaikan memang para pelaku terpengaruh minuman beralkohol,” jelasnya.
Atas peristiwa ini, para pelaku dikenakan Pasal 262 KUHP dan atau Pasal 466 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.
Sebelumnya diberitakan, warga Depok dihebohkan dengan insiden seorang pegawai Kementerian Pertahanan (Pegawai Kemenhan) dikeroyok warga di Terminal Depok Baru, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026) malam.
Sontak, insiden itu menyedot perhatian warga. Pasalnya, seorang pegawai Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengalami luka di bagian mata hingga bibir setelah dikeroyok.
"Luka terparah itu di mata, pelipis mata sebelah kanan, sama bibir sebelah kanan," kata petugas Pengelolaan Terminal Terpadu Depok Baru, Bergas Fajar.
Kemudian, berdasarkan keterangannya, insiden itu terjadi setelah pegawai Kemenhan tersebut menegur seorang ibu yang diduga tengah memarahi anaknya.
Merasa tidak terima ditegur, ibu tersebut langsung menaikkan nada bicara hingga terjadi cekcok dengan korban.
Melihat istrinya terlibat cekcok, suami ibu tersebut kemudian memukul pegawai Kemenhan.
Di sisi lain, diduga ada provokasi yang memicu emosi pengunjung terminal lainnya hingga ikut mengeroyok korban.
"Ibu itu memberikan provokasi ke orang-orang di sekitar situ. Katanya si korban ini dibilang memukul duluan katanya," jelas Bergas.
Situasi semakin memanas setelah korban mengaku sebagai seorang anggota. Pengakuan tersebut dianggap mengada-ada oleh warga di sekitar lokasi, sehingga pengeroyokan berlangsung semakin brutal.
Petugas terminal berupaya melerai kejadian tersebut dan mengevakuasi korban dari amukan warga.