news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Suasana mencekam di dalam salah satu gerbong KA Argo Bromo Anggrek yang menghantam KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Sumber :
  • YouTube/Trainspotter ID

Jeritan Penumpang KA Argo Bromo yang Hantam KRL di Stasiun Bekasi Timur: Allahu Akbar, Pak!

Dalam sebuah video terlihat semula perjalanan kereta KA Argo Bromo Anggrek terlihat lancar dan tenang. Namun, kepanikan terjadi saat kereta menghantam KRL.
Selasa, 28 April 2026 - 05:16 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pada Senin (27/4/2026) malam, sebuah kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Petaka ini bermula dari sebuah kejadian berantai yang tak terduga. Awalnya, sebuah KRL dari arah Cikarang menuju Bekasi terpaksa berhenti darurat, karena menabrak mobil taksi yang terjebak di tengah perlintasan.

Insiden taksi tersebut menyebabkan perjalanan kereta lain terhambat, termasuk satu rangkaian KRL rute Kampung Bandan-Cikarang yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu instruksi selanjutnya.

Kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4).
Sumber :
  • Antara

Namun, di tengah situasi yang sudah kacau tersebut, muncul KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang. Tanpa sempat melakukan pengereman yang memadai, kereta eksekutif rute Gambir-Surabaya Pasar Turi tersebut langsung menghantam gerbong belakang Commuter Line yang sedang terdiam.

Lantas, bagaimana suasana dari dalam KA Argo Bromo Anggrek? Berikut penjelasannya.

 

Goncangan hebat dan kepanikan penumpang

Suasana di dalam salah satu gerbong KA Argo Bromo Anggrek yang menghantam KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026)
Sumber :
  • YouTube/Trainspotter ID

Suasana mencekam dari dalam gerbong KA Argo Bromo Anggrek terekam jelas dalam unggahan kanal YouTube Trainspotter ID. Dalam video tersebut, sang pemilik akun sedang melakukan siaran langsung saat insiden terjadi.

KA Argo Bromo Anggrek awalnya melaju stabil dari Stasiun Gambir menuju Surabaya Pasar Turi, yang seharusnya ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam 45 menit.

Dalam rekaman video yang diunggah ulang setelah siaran langsung berakhir, perjalanan awalnya terlihat sangat lancar. Penumpang juga tampak menikmati suasana kereta kelas eksekutif yang tenang.

 

Namun, kedamaian itu pecah dalam sekejap ketika suara hantaman logam yang luar biasa keras menggelegar.

Dalam video tersebut, pemilik akun Trainspotter ID bahkan terlihat kehilangan keseimbangan akibat guncangan hebat.

Tak lama kemudian, kereta berhenti mendadak secara paksa. Suasana di dalam gerbong berubah total. Rekaman memperlihatkan penumpang yang saling berpegangan erat pada sandaran kursi agar tidak terpental.

Jeritan kepanikan juga mulai memenuhi kabin, bahkan para penumpang mulai menyadari dan menebak dengan cemas, bahwa kereta yang mereka tumpangi baru saja mengalami tabrakan hebat.

Suasana mencekam di dalam salah satu gerbong KA Argo Bromo Anggrek yang menghantam KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026)
Sumber :
  • YouTube/Trainspotter ID

"Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar!" ucap pemilik akun Trainspotter ID yang terekam dalam video yang diunggahnya.

"Pak! Pak! Aduh, Pak! Nabrak ya?" ujar seorang ibu-ibu dengan jeritan yang tak kalah syok.

"Nabrak, nabrak. Astagfirullahaladzim," sambung pemilik akun YouTube Trainspotter ID.

Selain berteriak karena syok, terlihat pula koper dari bagasi kabin di atas kepala yang jatuh ke lantai gerbong.

"Nabrak. Berantakan semua tasnya," ujar penumpang lain.

Pemandangan horor di dalam gerbong KA Argo Bromo Anggrek yang hantam KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (24/7/2026)
Sumber :
  • YouTube/Trainspotter ID

Dikarenakan suasana di luar jendela yang gelap, sejumlah penumpang dari gerbong tengah dan belakang mulai berjalan ke gerbong selanjutnya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Banyak yang mulanya tidak tahu bahwa mereka telah menghantam kereta lain, bahkan tidak menyadari bahwa lokasi kejadian berada tepat di area Stasiun Bekasi Timur.

Penumpang yang berada di dalam kereta juga tak bisa langsung turun begitu saja. Pasalnya, tombol untuk membuka pintu tidak berfungsi setelah kecelakaan terjadi. Hal itu membuat sejumlah penumpang terpaksa berdiam dulu di dalam gerbong.

 

 

Update korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL

Mobil ambulans terparkir saat evakuasi kecelakaan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dengan kereta api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Sumber :
  • Antara

Tragedi ini memakan korban yang tidak sedikit. Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun oleh tvOnenews.com, tercatat sebanyak empat orang dinyatakan meninggal dunia dan setidaknya 74 orang mengalami luka-luka.

Sebagian besar korban merupakan penumpang KRL yang berada di gerbong-gerbong belakang yang hancur akibat hantaman lokomotif.

Hingga saat ini, petugas penyelamat dari Basarnas dan KAI masih berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi sejumlah penumpang yang dikabarkan masih terjepit di dalam reruntuhan gerbong khusus wanita. (ism)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

10:03
14:00
29:27
10:35
24:02
14:44

Viral