- Istimewa
Wakil Ketua MPR Temui Deputy Speaker Korea Selatan, Bahas Pesan Perdamaian Dunia, Kemitraan Strategis dan Diplomasi Parlemen
Jakarta, tvOnenews.com – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), melaksanakan pertemuan diplomasi kebangsaan di National Assembly of South Korea bersama Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Lee Hack-young, anggota parlemen, serta Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Korea Selatan untuk Indonesia.
Pertemuan tersebut turut didampingi oleh perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan serta delegasi anggota MPR RI dan DPR RI, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan parlemen kedua negara.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, termasuk kunjungan Ketua National Assembly Korea Selatan, Woo Won-shik, ke Indonesia beberapa bulan lalu.
“Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dan strategis,” ujar Edhie Baskoro dalam keterangannya.
Ia menekankan bahwa kedua negara memiliki peran penting sebagai anggota G20 dan APEC dalam mendorong demokrasi, ekonomi hijau, serta perdamaian dunia.
Lulusan S3 IPB University dan S2 NTU Singapura ini juga menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan yang telah terjalin lebih dari lima dekade dibangun atas dasar saling menghormati, kepercayaan, dan nilai bersama.
Dia juga menyoroti pentingnya kesinambungan hubungan bilateral di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae-myung, yang dinilai membuka peluang besar bagi penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Dalam forum tersebut, Anggota Dapil DPR RI Jawa Timur VII ini juga memperkenalkan delegasi Indonesia yang terdiri dari anggota MPR RI dan DPR RI lintas komisi, yang membidangi hubungan luar negeri, pertahanan, ekonomi, energi, hingga industri kreatif.
Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN menambahkan Indonesia dan Korea Selatan memiliki keunggulan yang saling melengkapi.
Indonesia dengan kekuatan sumber daya alam, bonus demografi, serta keberagaman budaya, sementara Korea Selatan unggul dalam teknologi, inovasi, dan pengaruh budaya global atau Hallyu.
Menurutnya, hubungan kedua negara tidak hanya terbatas pada kerja sama antar pemerintah (government to government), tetapi juga mencakup hubungan bisnis, parlemen, serta hubungan antar masyarakat (people-to-people contact).