news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mobil Green SM.
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/ X @gnocchiq2/Instagram green sm Indonesia

Rentetan Insiden Taksi Listrik Green SM di Perlintasan dan Jalan Raya, Sorotan pada Disiplin Pengemudi dan Evaluasi Operasional

Serangkaian insiden taksi listrik Green SM di perlintasan dan jalan raya jadi sorotan. Dugaan kelalaian pengemudi memicu desakan evaluasi menyeluruh.
Selasa, 28 April 2026 - 19:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Serangkaian insiden yang melibatkan taksi listrik Green SM di jalan raya hingga perlintasan kereta api kembali menjadi perhatian publik. Dalam beberapa kasus yang terjadi dalam kurun waktu berbeda, muncul pola kejadian yang mengarah pada dugaan kelalaian pengemudi serta lemahnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan.

Peristiwa-peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk rangkaian kejadian yang memunculkan desakan evaluasi terhadap operasional dan standar keselamatan armada.

Berulang di Perlintasan Kereta

Salah satu kejadian yang paling menyita perhatian terjadi pada 31 Desember 2025. Dalam insiden tersebut, taksi listrik dilaporkan tetap melintas di perlintasan setelah satu rangkaian kereta lewat. Namun, tanpa disadari, masih ada kereta lain yang melintas dari arah berlawanan, sehingga tabrakan tidak terhindarkan.

Perilaku ini menunjukkan kurangnya kehati-hatian di area berisiko tinggi seperti perlintasan sebidang, yang seharusnya menjadi titik dengan standar kewaspadaan maksimal.

Kejadian serupa kembali terjadi pada April 2026, ketika sebuah taksi dilaporkan berhenti di tengah rel. Dalam kondisi tersebut, kendaraan tidak segera dievakuasi, hingga akhirnya tertabrak KRL yang melintas.

Insiden ini memperkuat indikasi adanya masalah dalam pengambilan keputusan di situasi darurat.

Posisi Kendaraan yang Tidak Aman

Pada 10 Oktober 2025, insiden lain terjadi di kawasan Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebuah taksi Green SM dilaporkan berhenti terlalu maju di perlintasan, hingga tersambar bagian belakang (ekor) kereta yang melintas.

Meski terlihat sebagai kesalahan kecil dalam posisi berhenti, dampaknya tetap signifikan dan berpotensi membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lain.

Kejadian ini menyoroti pentingnya pemahaman jarak aman serta disiplin berhenti sebelum garis batas perlintasan.

Insiden di Jalan Raya Umum

Tak hanya di perlintasan kereta, beberapa kejadian lain juga tercatat terjadi di jalan raya. Dalam salah satu insiden di kawasan Lenteng Agung, sebuah taksi listrik terlibat tabrakan dengan bus TransJakarta.

Benturan tersebut menyebabkan kerusakan cukup serius pada bagian depan kendaraan, mengindikasikan adanya potensi kelalaian dalam menjaga jarak aman atau membaca kondisi lalu lintas.

Di lokasi lain, kendaraan serupa juga dilaporkan mengalami kecelakaan dengan kendaraan berat seperti truk, yang kembali memperlihatkan risiko tinggi jika standar keselamatan tidak dijalankan secara konsisten.

Pola yang Perlu Dievaluasi

Jika ditarik dari beberapa kejadian tersebut, terdapat pola yang mengarah pada beberapa faktor utama:

  • Kurangnya kehati-hatian saat melintasi perlintasan kereta

  • Pengambilan keputusan yang terlambat dalam situasi darurat

  • Posisi kendaraan yang tidak sesuai standar keselamatan

  • Potensi kurangnya pelatihan atau pengawasan operasional

Meski setiap kecelakaan memiliki faktor penyebab yang berbeda, kemunculan pola serupa dalam beberapa kejadian menjadi perhatian tersendiri.

Pentingnya Disiplin dan Standar Keselamatan

Perlintasan kereta api merupakan salah satu titik dengan risiko kecelakaan tinggi. Oleh karena itu, pengemudi dituntut untuk memiliki disiplin tinggi, termasuk memastikan jalur benar-benar aman sebelum melintas.

Begitu juga di jalan raya umum, kewaspadaan, kepatuhan terhadap rambu, serta kemampuan membaca situasi lalu lintas menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan.

Dalam konteks ini, tanggung jawab tidak hanya berada pada individu pengemudi, tetapi juga pada perusahaan operator untuk memastikan standar pelatihan, pengawasan, dan evaluasi berjalan optimal.

Dorongan Evaluasi Menyeluruh

Rentetan kejadian ini mendorong perlunya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi operasional, pelatihan pengemudi, maupun sistem pengawasan armada.

Evaluasi tersebut penting agar kejadian serupa tidak terus berulang dan keselamatan penumpang serta pengguna jalan lain dapat terjamin.

Sorotan publik terhadap kasus-kasus ini bukan semata kritik, melainkan dorongan agar standar keselamatan transportasi semakin diperkuat di tengah perkembangan kendaraan listrik yang kian pesat di Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:12
01:37
03:36
02:04
05:17

Viral