news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4)..
Sumber :
  • Antara

Fakta Tabrakan Maut KRL vs KA Argo Bromo! Lokasi Green SM Tabrak Kereta Ternyata Perlintasan ‘Ilegal'

Dalam kondisi tersebut, taksi kemudian tertemper KRL yang melintas dari arah Cikarang menuju Jakarta.
Rabu, 29 April 2026 - 09:02 WIB
Reporter:
Editor :

Bekasi, tvOnenews.com – Terungkap fakta mengejutkan di balik tragedi maut tabrakan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur.

Polisi memastikan, lokasi perlintasan tempat insiden bermula yang melibatkan kecelakaan taksi listrik Green SM dengan KRL ternyata tidak memiliki palang pintu resmi dari otoritas. Kepala Seksi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Komisaris Polisi Sandhi Wiedyanoe, menyebut palang yang ada di lokasi hanyalah buatan warga secara swadaya.

"Kita tidak bisa katakan ini menerobos karena di perlintasan ini tidak ada palang pintu kereta api seperti yang kita lihat di sana. Palang pintu dibuat oleh masyarakat secara swadaya, budi baik dari para masyarakat di sini untuk mendukung keselamatan," tutur dia, dikutip Rabu, 29 April 2026.

Rangkaian peristiwa tragis itu bermula dari sebuah taksi listrik Green SM yang tiba-tiba berhenti di atas rel, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Dalam kondisi tersebut, taksi kemudian tertemper KRL yang melintas dari arah Cikarang menuju Jakarta.

Benturan awal itu membuat KRL terhenti di tengah jalur. Warga sekitar sempat berupaya membantu mengevakuasi kendaraan dari lintasan, namun situasi keburu berubah menjadi lebih fatal.

Di saat bersamaan, satu rangkaian KRL dari arah berlawanan masih tertahan di Stasiun Bekasi Timur akibat gangguan di jalur. Nahas, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju datang dan menghantam rangkaian KRL tersebut. Polisi menyoroti pentingnya keberadaan palang pintu resmi di perlintasan sebidang, terutama di titik-titik rawan seperti lokasi kejadian.

Sementara itu, sopir taksi yang terlibat dalam insiden dilaporkan selamat meski sempat tertemper kereta. Saat ini, ia telah diamankan oleh pihak kepolisian dan masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.

Sebelumnya diberitakan, perusahaan taksi listrik, Green SM Indonesia kembali merilis pernyataan resmi terkait dengan insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026. Seperti diketahui, ramai beredar kabar menyebut bahwa insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang line dipicu oleh taksi listrik hijau yang lebih dulu terlibat kecelakaan di perlintasan.

Dalam pernyataan resmi kedua mereka yang dirilis Selasa siang 28 April 2026, pihak perusahaan menyampaikan duka mendalam dan belasungkawa terhadap keluarga korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

“ Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” demikian keterangan resmi mereka dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa 28 April 2026.

Untuk diketahui, jumlah korban tewas kecelakaan tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, bertambah.

Kini totalnya ada 15 orang. Hal itu diungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto.

"(Korban) Meninggal 15 (orang)," kata dia, Selasa, 28 April 2026.

 

Foe Peace Simbolon/VIVA

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:45
06:15
03:44
00:49
01:00
01:33

Viral