news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Di Hadapan Dedi Mulyadi, Anak Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Ceritakan Chat Terakhir ke Ibunya.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Di Hadapan Dedi Mulyadi, Anak Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Ceritakan Chat Terakhir ke Ibunya: "Mama di Mana?"

Di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, anak korban kecelakaan kereta di Bekasi menceritakan chat terakhir ibunya kepada dirinya. 
Rabu, 29 April 2026 - 11:06 WIB
Reporter:
Editor :

\Jakarta, tvOnenews.com - Di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, anak korban kecelakaan kereta di Bekasi menceritakan chat terakhir ibunya kepada dirinya. 

Adapun ibu anak tersebut bernama Nurlaela (39). Nurlaela merupakan seorang guru SD yang menjadi korban meninggal dunia insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (28/4/2026). 

Kepergian Nurlaela meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya tak terkecuali anak laki-laki tunggalnya.

Anak yang masih berada di bangku sekolah itu pun menceritakan momen terakhirnya bertukar pesan dengan sang ibu di hadapan Dedi Mulyadi. 

“Iya tanya ‘Mama di mana’. Dijawab masih di sekolah, pulang malam,” kata anak tersebut. 

Setelah itu, ibunya tidak mengirimkan pesan lagi. Hingga pada akhirnya kabar tentang kecelakaan ini pun terdengar. 

Suami Nurlaela yang juga berbincang dengan Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan dirinya tidak punya firasat apa-apa. 

Dia mulai cemas karena berita tersebut dan istrinya tak kunjung menghubunginya dan pulang. 

Hingga pada akhirnya, pihak keluarga pun mengetahui bahwa guru SD itu dinyatakan meninggal dunia lantaran berada di kamar jenazah.

Suami Nurlaela mengatakan dia sempat melihat jasad istrinya yang terluka di bagian kaki, pelipis dan telinga. 

KDM mengucapkan belasungkawa kepada seluruh keluarga Nurlaela yang ditinggalkan. Begitu juga dengan keluarga-keluarga lainnya atas insiden kereta api ini. 

"Saya dan atas nama pemerintah provinsi mengucapkan rasa duka kami. Kepada keluarga almarhumah Nurlaela dan juga korban lainnya baik yang meninggal, luka-luka yang masih dirawat maupun sudah pulang," ujar KDM di rumah korban di Cikarang, Selasa (28/4/2026). 

Dalam kunjungan itu, KDM menjamin biaya untuk sekolah anak almarhumah hingga jenjang perguruan tinggi dan memberikan uang santunan sebesar Rp50 juta.

Dirinya menegaskan semua hal terkait kecelakaan harus di investigasi dengan baik sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa.

"Kita berkomitmen berikan bantuan korban yang mengalami luka-luka, masih dirawat maupun sudah meninggal dan ini bersama-sama karena ditangani BPJS, KAI, asuransi dan termasuk Bapak Presiden juga sudah turun," pungkasnya. (ant/nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:45
06:15
03:44
00:49
01:00
01:33

Viral