- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
Media Jepang Soroti Tragedi Maut KA Argo Bromo Anggrek-KRL, Mencari Warganya yang Jadi Korban
tvOnenews.com - Tragedi maut yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line menjadi perhatian publik.
Kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB menelan banyak korban.
Setidaknya saat ini tercatat korban bertambah menjadi 16 korban meninggal dunia dan 91 korban luka.
Korban sebagian besar merupakan wanita, sebab KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong khusus wanita di bagian belakang KRL.
Insiden maut ini seketika menjadi perhatian publik, bukan hanya di Indonesia melainkan dunia turut menyoroti.
Salah satunya sebuah media Jepang, TBS News Dig yang melakukan breaking news saat tragedi ini terjadi.
Dalam siarannya yang dilaporkan pada Selasa (28/4/2026) mengungkapkan kronologi yang terjadi pada tragedi tersebut.
Hingga pada saat dilaporkan, kejadian ini telah menewaskan 14 orang dan 80 orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
“Sebuah kereta yang berhenti di stasiun dekat Jakarta, Indonesia, ditabrak dari belakan oleh kereta lain, menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 80 orang yang telah dilarikan ke rumah sakit. Diperkirakan beberapa penumpang masih terjebak di dalam,” tulis media Jepang, TBS News Dig, dikutip pada Rabu (29/4/2026).
- Syifa Aulia-tvOne
Media Jepang tersebut menyebutkan kejadian tersebut terjadi di stasiun dekat dengan Jakarta, Indonesia.
“Kecelakaan itu terjadi pada malam tanggal 27 April 2026 di dekat Jakarta, Indonesia. Ketika sebuah kereta komuter yang berhenti di stasiun ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh lain yang mendekat dari belakang,” ujarnya.
Sementara itu, media Jepang lainnya TV Asahi menyoroti penyebab awal kecelakaan ini lantaran adanya sebuah taksi yang berhenti di perlintasan kereta.
“Sebuah kereta komuter terhenti di perlintasan sebidang setelah bertabrakan dengan sebuah taksi ketika sebuah kereta jarak jauh menabraknya dari belakang,” tulis TV Asahi.
Tak hanya itu, media tersebut juga menyoroti pernyataan dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia yang mengatakan tidak ada warga negara Jepang yang menjadi korban.