news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melayat ke rumah duka almarhumah Nurlaela, korban kecelakaan KRL Commuter Line asal Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/4)..
Sumber :
  • Antara

Nurlaela Korban Meninggal Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Dapat Kenaikan Pangkat, Hak Pensiun Tetap Diberikan

Selain itu, BKN juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Nurlaela dan korban lainnya dalam peristiwa tersebut.
Kamis, 30 April 2026 - 09:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan kenaikan pangkat anumerta sekaligus hak pensiun kepada Nurlaela (37) guru yang meninggal dalam tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu. 

Nurlaela diketahui merupakan guru di SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur. Ia termasuk dalam 16 korban jiwa akibat insiden tabrakan antara Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Jakarta–Cikarang yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026).

BKN menyampaikan bahwa pemberian kenaikan pangkat dan hak pensiun tersebut merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi Nurlaela selama menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.

"BKN beri kenaikan pangkat anumerta dan hak pensiun bagi ASN korban kecelakaan kereta Bekasi Timur. Salah satu korban tercatat sebagai ASN Guru di SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur. Sebagai bentuk penghargaan negara, BKN telah menerbitkan Pertek (Persetujuan Teknis) pemberian pensiun dan diberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi," ujar BKN, Kamis (30/4/2026).

Selain itu, BKN juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Nurlaela dan korban lainnya dalam peristiwa tersebut.

"Selamat jalan, Ibu Nurlaela. ASN Guru Hebat yang berpulang dalam tugas. Kami menundukkan hati, mengirimkan doa bagi para korban. Semoga yang berpulang mendapatkan kedamaian, dan yang ditinggalkan diberi ketabahan," lanjut pernyataan tersebut.

Nurlaela merupakan warga Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Menurut keterangan keluarga, jenazah korban ditemukan dalam kondisi utuh meski mengalami patah tulang di bagian kaki dan diduga luka dalam.

Paman korban, Mulyadi, mengungkapkan bahwa keluarga sempat mencari Nurlaela sejak hari kejadian karena ia tak kunjung pulang setelah bekerja. Kecurigaan muncul saat panggilan telepon ke ponselnya dijawab oleh orang lain.

"Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat, orang lain. Dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," ujarnya.

Jenazah Nurlaela akhirnya ditemukan dan dibawa ke rumah duka pada Selasa (28/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, setelah sebelumnya berada di RSUD Kota Bekasi bersama dua korban lainnya, yakni Nuryati dan Enggar Retno Krisjayanti.

"Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi," kata Mulyadi.

Selama ini, Nurlaela dikenal rutin menggunakan KRL sebagai sarana transportasi untuk mengajar. Di mata keluarga, ia merupakan sosok yang pendiam dan pekerja keras. Tiga bulan sebelum wafat, ia juga baru saja menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Almarhumah meninggalkan seorang anak yang kini duduk di kelas enam sekolah dasar. Jenazahnya telah dimakamkan pada Selasa siang di area pemakaman yang tidak jauh dari kediamannya.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan tersebut kembali bertambah. Polda Metro Jaya mengonfirmasi total korban jiwa kini mencapai 16 orang.

"Korban meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang, kami berharap tidak ada lagi penambahan korban," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Korban terbaru yang meninggal dunia adalah Mia Citra (25), warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Ia sebelumnya menjalani perawatan intensif di ICU RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi akibat luka berat yang dideritanya.

Mia diketahui merupakan penumpang terakhir yang berhasil dievakuasi dari gerbong khusus wanita. Ia sempat terjepit selama hampir 10 jam sebelum akhirnya diselamatkan. 

Kondisinya sempat menunjukkan perbaikan dan sempat sadar saat tiba di rumah sakit, namun luka dalam yang dialami membuat kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

Jenazah Mia kemudian dibawa ke rumah duka di Perumahan Mangun Jaya Lestari II, Tambun Selatan, sebelum dimakamkan di kampung halaman keluarganya di Ngawi, Jawa Timur.

Berikut daftar korban meninggal dunia hingga Rabu (29/4/2026):

RS Polri Kramat Jati:

  • Tutik Anitasari
  • Harum Anjasari
  • Nur Alimantun Citra Lestari
  • Farida Utami
  • Vica Acnia Fratiwi
  • Ida Nuraida
  • Gita Septia Wardany
  • Fatmawati Rahmayani
  • Arinjani Novita Sari
  • Nur Ainia Eka Rahmadhyna

RSUD Kota Bekasi:

 

  • Nuryati
  • Nur Laela
  • Engar Retno Krisjayanti
  • Mia Citra

RS Mitra Bekasi:

  • Adelia Rifani

RS Bella Bekasi:

  • Ristuti Kustirahayu


Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi banyak pihak, sekaligus pengingat pentingnya keselamatan dalam sistem transportasi publik. (nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:45
01:05
03:08
05:22
05:22
02:09

Viral