- Istimewa
Mercy Barends: Tidak Boleh Ada Eksploitasi Buruh, Buruh Tulang Punggung dan Fondasi Ekonomi Nasional
Acara dimulai dengan mendengarkan lagu Bung Karno Bapak Marhaen dan tayangan Pidato Politik Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri dalam memperingati 1 Mei Hari Buruh di Indonesia.
“Peringatan 1 Mei Hari Buruh harus dilihat dan perspektif historis dan kebudayaan. Mengapa? Karena perjuangan buruh merupakan manifestasi perlawanan terhadap berbagai belenggu penjajahan akibat bekerjanya kapitalisme dan imperialisme. PDI Perjuangan menegaskan bahwa buruh bukan sekedar faktor produksi dalam angka-angka ekonomi, melainkan soko guru perjuangan dan bersama petani dan nelayan menjadi orientasi kemandirian bangsa. Kesejahteraan buruh adalah prasyarat keadilan sosial,” tegas Megawati Soekarnoputri.
Mencermati berbagai permasalahan buruh dan keterpurukan yang dirasakan akibat tekanan ekonomi global dan nasional
Didik Gatot Subroto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Malang dalam sambutannya yang luwes dan membakar semangat perjuangan menyampaikan “Partai adalah pelayan rakyat dan fraksi adalah sisi tajam perjuangan membela rakyat dalam berbagai bentuk peraturan daerah dan program kerja, akan terus bersama-sama buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka yakni 3 layak, layak hidup, layak upah dan layak kerja di Kab. Malang”
Akibat fluktuasi situasi ekonomi yang mengakibatkan jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, kenaikan harga minyak dunia dan bahan baku impor, memicu lonjakan biaya produksi, telah mendorong banyak perusahaan melakukan langkah efisiensi yang justru membebani buruh. Dampaknya nyata dan meluas.
Gelombang PHK terjadi di sektor padat karya seperti tekstil, manufaktur, dan industri pengolahan diperdalam dengan kebijakan pemerintah terkait pemangkasan program jaminan sosial.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Denny Wicaksono dalam sambutannya menegaskan, ”Pemotongan dan pembatasan akses jaminan sosial, termasuk praktik pengurangan kepesertaan atau keterlambatan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, berdampak langsung pada perlindungan buruh dan keluarganya. Penahanan kenaikan upah bahkan di tengah inflasi yang meningkat, membuat kehidupan buruh terus terpuruk."
"Keluarga besar PDI Perjuangan dan anggota fraksi se-Jawa Timur akan terus berjuang bagi perlindungan dan kesejahteraan buruh, petani dan nelayan," jelasnya.
Kondisi riil ekonomi ekonomi nasional yang semakin berat, Buruh selalu menjadi korban pertama ketika terjadi guncangan ekonomi. Terjadi gelombang PHK, hak-hak buruh tidak terpenuhi, dsb.