- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Sidak Tambang Batu Kapur Karawang, Dedi Mulyadi Heran Dulu Minta Ditutup tapi Kini Harap Dibuka Lagi: Saya Gak Suka
Ai mengaku truk bermuatan besar milik perusahaan pertambangan itu tidak ada yang melewati Desa Tamansari. Namun, masih banyak mobil dioperasikan dari PT Juishin Indonesia lewat di kawasan karst.
KDM Kaget Tambang Pabrik Semen Diminta Kembali Dibuka di Karst Karawang
Di balik percakapan itu, KDM mengetahui kedatangan Kades Tamansari. Ai berusaha menyampaikan keinginan warga agar perusahaan pertambangan kembali dibuka pemerintah.
Mantan Bupati Purwakarta ini merasa heran pemerintah diminta kembali membuka perizinan pertambangan dari anak perusahaan PT Juishin Indonesia.
"Pertanyaannya kenapa ibu merekomendasikan mengizinkan kembali sekarang?," tanya Dedi Mulyadi.
Ai menjelaskan, pihak perusahaan tambang pabrik semen tersebut telah beritikad baik kepada masyarakat sekitar. Ia mengungkapkan sudah ada komunikasi terhadap warga.
"Dengan kami pemerintahan desa juga. Kebetulan perusahaan siap memenuhi, Pak," imbuh Ai.
Dedi Mulyadi justru menilai keinginan tersebut mengacu pada aspek bersifat personal. Ia memahami itikad dari perusahaan menyadarkan warga setempat.
Hingga pada akhirnya, masyarakat luluh dan membuat gerakan agar perusahaan tambang batu kapur di kawasan tersebut kembali dibuka pemerintah.
Gubernur Jabar ini menegaskan, cara tersebut justru telah salah. Ia menolak keinginan itu karena dinilai tidak konsisten terhadap tujuan awalnya menjaga lingkungan di kawasan karst
"Setelah itu didekati, kemudian diizinkan. Saya tuh paling nggak suka. Jadi, kalau orang harus konsisten, kalau pelanggaran lingkungan mau itu disuap, dikasih duit, dikasih sembako tetap enggak boleh direkomendasi. Itu cara saya memimpin," jelasnya.
Kenapa Warga Minta Tambang Batu Kapur di Karst Karawang Dibuka?
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi meminta pertanyaan berikutnya terkait keinginan warga. Ia menyinggung dampak lingkungan apabila tambang kembali dioperasikan secara legal.
Menurut KDM, pembakaran kapur untuk pabrik semen menciptakan kepulan asap hitam yang pekat. Baginya, hal itu rentan terjadinya polusi udara hingga pelanggaran lingkungan.
Tidak hanya itu, asap hitam tebal dari pembakaran batu kapur itu juga bisa mengganggu kesehatan masyarakat setempat. Ia mengatakan, kondisi ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut.
"Kenapa ibu enggak ada tindakan juga? Enggak diprotes untuk ditutup?," tanya KDM.