news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi kerusuhan.
Sumber :
  • Antara

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Minggu, 3 Mei 2026 - 01:19 WIB
Reporter:
Editor :

Hendra menambahkan, aksi enam orang tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas publik, terutama di kawasan Tamansari.

"Aksi tersebut mengakibatkan terbakarnya satu unit videotron, satu pos polisi, serta perusakan fasilitas publik berupa lampu lalu lintas," ungkap Hendra di Bandung, Sabtu (2/5/2026).

Ia menuturkan, enam orang tersangka masih berstatus pelajar. Adapun inisialnya yakni MRN (21), MRA (17), RS (19), MFNA (19), FAP (21) dan HIS (20).

Kata Hendra, mereka ditetap tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan secara intensif. Enam orang tersebut terbukti melakukan sejumlah tindak pidana.

"Pembakaran, penghasutan dan perusakan secara bersama-sama," terangnya.

Hendra menyampaikan bahwa, polisi menyita beberapa barang bukti yang dinilai berbahaya. Beberapa di antaranya terdapat dua bom molotov, bahan bakar bensin hingga atribut kelompok (bendera & stiker).

Ia menuturkan setiap tersangka mempunyai peran yang berbeda. Contohnya ada yang menyiapkan bom molotov, melempar, dan melakukan tindakan sebagai provokator aksi.

Berdasarkan dari hasil tes urine, kata Hendra, enam tersangka kericuhan positif mengonsumsi obat keras. Ia menegaskan, obat tersebut berjenis tramadol.

Ia menambahkan, polisi mendapatkan beberapa psikotropika dari salah satu tersangka. Mulai dari alprazolam hingga obat-obatan lainnya.

"Ini sangat memprihatinkan. Selain melakukan aksi anarkis, para tersangka berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang saat beraksi," sebutnya.

Ia berpendapat Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar akan menindaklanjuti kasus penyalahgunaan obat terlarang tersebut.

Hingga kini, Polda Jabar masih mengembangkan untuk mengungkap motif sebenarnya. Pasalnya, polisi menduga aksi ini kemungkinan memiliki keterlibatan dari pihak lain atau kelompok tertentu yang memanfaatkan para pelajar.

"Tim masih melakukan pengembangan melalui analisis CCTV dan ekstraksi data dari ponsel para pelaku," tukas Kabid Humas Polda Jabar.

(ant/hap)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:19
00:56
01:17
00:47
01:51
01:23

Viral