news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Dedi Mulyadi Tetapkan Sumedang sebagai Titik Awal Milangkala Tatar Sunda.
Sumber :
  • jabarprov

Gubernur Dedi Mulyadi Tetapkan Sumedang sebagai Titik Awal Milangkala Tatar Sunda

Baru-baru ini Kang Dedi Mulyadi menetapkan Sumedang sebagai titik awal Gubernur Dedi Mulyadi tetapkan Sumedang sebagai Titik Awal Milangkala Tatar Sunda, berikut alasannya.
Minggu, 3 Mei 2026 - 14:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi telah menetapkan kota Sumedang sebagai titik awal Milangkala tatar sunda.

Hal ini sebagaimana berlandaskan pada jejak sejarah yang masih dapat ditelusuri secara fisik. Menurut Dedi Mulyadi yang disapa KDM itu mengingatkan akan sejarah.

"Penetapan berlandaskan karena Mahkota Binokasih itu di Sumedang. Jadi jejak sejarah yang ada dalam wujud itu di Sumedang," katanya dikutip dari Antara, Minggu (3/5).

"Kalau yang lain kan kebanyakan narasi, cerita. Saya ingin berangkat dari fakta, bukan mitologi,” sambungnya. 

Lebih lanjut, KDM menjelaskan bahwa Mahkota Binokasih menjadi salah satu penanda penting dalam membaca kembali perjalanan sejarah Kerajaan Sunda yang masih meninggalkan jejak kebendaan.

Menurutnya, kerajaan Sunda memiliki rangkaian perjalanan dari Galuh, Pajajaran, hingga Sumedang Larang yang menjadi bagian dari kesinambungan peradaban di Tatar Sunda.

Gubernur Dedi Mulyadi Tetapkan Sumedang sebagai Titik Awal Milangkala Tatar Sunda
Sumber :
  • jabarprov

Sehingga Kang Dedi Mulyadi menetepkan Sumedang sebagai titik awal Milangkala, karena berdasarkan fakta atau sejarah yang ada. Ini ia sampaikan dalam kunjungannya.

“Pakuan, Pajajaran dalam sejarahnya mengalami serangan, kemudian terjadi pembakaran terhadap kerajaan. Lalu ada proses penitipan pusaka ke Sumedang Larang,” pesan KDM.

Sementara Mahkota Binokasih sendiri selama ini dipandang sebagai artefak budaya yang merepresentasikan perjalanan sejarah tersebut. 

Ini sekaligus menjadi simbol utama dalam pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda. Dedi menjunjung tinggi nilai budaya. 

Lebih lanjut juga kata KDM bahwa ada hasil kajian tersebut juga berlandaskan akademik dari perguruan tinggi.

Pasalnya dianggap turut memperkuat nilai sejarah dari Mahkota Binokasih bagian dari kebendaan yang memiliki keterkaitan dengan peradaban Sunda.

Selain aspek sejarah, Milangkala Tatar Sunda juga dirancang sebagai ruang pelestarian budaya Sunda yang lebih luas, mencakup musik, busana, hingga nilai-nilai tradisi yang masih hidup di masyarakat.

“Dari tata nilai musik misalnya itu melambangkan kelembutan. Dari tata nilai pakaian, kita ini sudah lama memiliki passion yang sangat tinggi. Pakaian bernuansa kerajaan itu kan sebenarnya fashionable,” jelas Dedi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:19
00:56
01:17
00:47
01:51
01:23

Viral