- Pemprov Jabar
Dedi Mulyadi: Ekonomi Syariah Itu Tukang Dagang Jujur, Sopir Jujur dan Negara Jujur Kelola Uang Rakyat
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan beberapa hal terkait ekonomi di Forum West Java Economic Society (WJES) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat pada Kamis (28/4/2026) lalu.
Salah satu hal yang dibahasnya, yakni terkait ekonomi syariah.
Kang Dedi Mulyadi atau KDM memandang ekonomi syariah bukanlah sekadar label, melainkan sistem yang berbasis kejujuran, kebenaran dan keadilan.
Dedi Mulyadi lantas menyoroti fenomena “bank gelap” atau rentenir. Dia mendengar langsung di lapangan soal warga sering yang meminjam uang ke rentenir dengan bunga hingga 25 persen per hari untuk biaya sekolah hingga pesta pernikahan.
“Negara tidak boleh membiarkan kezaliman rentenir ini terjadi. Ekonomi syariah itu ya tukang dagang jujur, sopir jujur dan negara jujur dalam mengelola uang rakyat,” kata Dedi Mulyadi.
Selain bicara soal ekonomi syariah menurut pandangannya, Dedi Mulyadi juga bicara soal penerapan filosofi Sunda dalam kebijakan ekonomi modern.
Di acara itu, KDM mengaitkan konsep civil society dengan istilah gemah ripah repeh rapih yang dimulai dari ketahanan di tingkat keluarga dan desa.
“Kemandirian itu kuncinya adalah produksi, bukan sekadar peredaran uang. Kita sering bicara inflasi, tapi lupa menanam,” ujarnya.
Dia lantas menjelaskan konsep reaketan reaketon buncir leuit loba duit yang artinya kemakmuran dimulai dari kemampuan memproduksi pangan sendiri yang disimpan di gudang sehingga uang hanyalah implikasi dari produktivitas tersebut.
KDM juga sempat melontarkan kritik terhadap gaya hidup konsumtif sejumlah masyarakat Jawa Barat saat ini.
Dia mengaku melihat sendiri bagaimana anak-anak sekolah zaman sekarang lebih akrab dengan skincare, gadget terbaru dan jajanan tidak sehat dibandingkan aktivitas produktif.
“Anak-anak sekarang mulai kena gangguan kesehatan seperti gagal ginjal dan diabetes karena konsumsi gula yang tinggi dan kurang gerak. Sementara itu, sektor produksi di sawah dikerjakan oleh orang-orang tua berusia 60-70 tahun. Jika ini dibiarkan, kita menghadapi ancaman lost generation,” terang KDM.
Dedi Mulyadi lantas memberikan apresiasinya kepada Kepala Perwakilan BI Jabar Erwin Gunawan Hutapea atas kontribusinya menjaga stabilitas ekonomi Jawa Barat selama lebih dari dua tahun terakhir. (nsi)