news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melakukan sidak di SMK 2 Subang.
Sumber :
  • YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel

Tegas! Dedi Mulyadi Tidak Mau Lihat Kabel Gelantungan di Jalan-Jalan Kota

Tegas, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak mau lagi melihat ada kabel bergelantungan di jalan-jalan kota.
Rabu, 6 Mei 2026 - 09:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tegas, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak mau lagi melihat ada kabel bergelantungan di jalan-jalan kota. 

“Saya tidak ingin lagi melihat kabel bergelantungan di jalan-jalan kota. Itu merusak wajah kota dan berbahaya,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Menurut Kang Dedi Mulyadi atau KDM, kabel bergelantungan bukan hanya soal tidak enak dipandang, tapi juga menyangkut keselamatan warga.

“Kabel yang tidak tertata itu rawan putus, rawan kebakaran dan membahayakan masyarakat. Ini bukan sekadar soal enak dilihat, tapi soal keamanan,” tegasnya. 

Oleh karena itu, penataan infrastruktur yang paling terlihat oleh mata ini akan menjadi fokus utamanya. 

Dedi Mulyadi menyebut nantinya pemasangan kabel diganti dengan sistem bawah tanah.

Dia menargetkan pada 2029 nanti seluruh jaringan kabel telekomunikasi dan listrik di pusat-pusat kota Jawa Barat sudah tertata rapi melalui sistem tersebut.

“Target kita jelas. 2029 Kota-kota di Jawa Barat sudah bebas dari kabel semrawut,” kata KDM.

Dedi Mulyadi menyebut penataan kabel ini rencananya akan dimulai dari kawasan Gedung Sate di Kota Bandung lalu diperluas ke wilayah perkotaan lain.

“Kita mulai dari pusat dulu, dari Gedung Sate. Itu simbol. Kalau di sana rapi, daerah lain harus ikut,” tegasnya.

Setelah itu, sambung dia, pemerintah kabupaten/kota lainnya diminta mengikuti pola yang sama agar tidak terjadi ketimpangan penataan antarwilayah.

“Kita ingin kota-kota di Jawa Barat naik kelas, lebih tertib, lebih aman dan punya standar infrastruktur yang baik. Ini bukan proyek jangka pendek, ini fondasi masa depan Jawa Barat,” ujarnya. 

KDM menekankan integrasi pekerjaan infrastruktur agar tidak ada lagi pembongkaran berulang untuk memastikan program tersebut berjalan efektif. 

“Tidak boleh lagi ada trotoar baru dibangun, lalu dibongkar lagi karena kabel. Semua harus masuk satu sistem sejak awal. Sekali kita bangun, harus tuntas. Jangan ada gali-tutup yang merusak fasilitas publik,” terangnya. (nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:47
08:24
05:01
01:52
02:56
02:35

Viral