news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dipanggil Presiden Prabowo ke Istana..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Tegaskan Fiskal Indonesia Paling Canggih di Asia, Defisit Tetap Aman di Tengah Tekanan Global

Menurut Purbaya, pendekatan fiskal yang dijalankan saat ini justru berhasil menopang pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan stabilitas APBN.
Kamis, 7 Mei 2026 - 13:24 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis, keraguan terhadap kondisi fiskal Indonesia di tengah gejolak ekonomi global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Ia menegaskan fundamental fiskal Indonesia justru berada dalam kondisi kuat dan terkendali, bahkan disebut lebih unggul dibanding banyak negara lain di Asia maupun dunia.

Purbaya menilai munculnya pandangan negatif terhadap APBN tidak sejalan dengan kondisi riil pengelolaan fiskal pemerintah yang menurutnya masih sangat disiplin.

“Fiskal bagus dibilang jelek, fiskal bagus defisitnya terkendali dibilang itu yang melemahkan nilai tukar. Padahal dibanding seluruh negara di Asia, di dunia, kita ini paling canggih loh,” tutur Purbaya, di Jakarta, dikutip Kamis (7/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan terhadap strategi pemerintah yang mempercepat belanja negara guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Meski belanja diperbesar, pemerintah memastikan ruang fiskal tetap aman dan defisit tidak melebar secara agresif.

Menurut Purbaya, pendekatan fiskal yang dijalankan saat ini justru berhasil menopang pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan stabilitas APBN.

Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan sebagai bukti awal bahwa strategi pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata.

“Kalau saya bilang kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen, kan 5,61 persen. Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada,” ungkap Purbaya.

Pemerintah juga memastikan disiplin fiskal tetap menjadi prioritas utama. Purbaya menegaskan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sebagaimana amanat undang-undang.

“Defisit akan dijaga di bawah 3 persen. Tahun lalu aja cuma 2,8 persen, bukan 2,9 persen. Cuma 2,8 persen dari PDB,” tandas dia. (agr)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:32
02:27
01:02
01:24
05:18
10:20

Viral