- Tangkapan layar YouTube GRIB TV
GRIB Jaya Bantah Jadi Penyebab Persija vs Persib Pindah dari GBK, Klaim Sudah Booking Sejak Lama
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik perpindahan laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung dari Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta terus menjadi sorotan publik. Pertandingan yang semula direncanakan berlangsung pada 10 Mei 2026 itu akhirnya dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.
Di tengah kekecewaan suporter, muncul dugaan di media sosial yang mengaitkan batalnya laga klasik Liga Indonesia tersebut dengan agenda perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 organisasi masyarakat GRIB Jaya di kawasan Istora Senayan pada tanggal yang sama.
Isu tersebut memicu perdebatan luas di kalangan pecinta sepak bola nasional. Banyak pihak mempertanyakan mengapa pertandingan sebesar Persija kontra Persib tidak bisa digelar di Jakarta.
Menanggapi polemik yang berkembang, DPP GRIB Jaya akhirnya buka suara dan membantah bahwa kegiatan organisasinya menjadi penyebab laga dipindahkan dari GBK.
GRIB Jaya Klaim Sudah Urus Izin Sejak Jauh Hari
Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya rencana pertandingan Persija melawan Persib yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 10 Mei 2026.
Menurut Marcel, proses pengajuan penggunaan fasilitas GBK untuk perayaan HUT GRIB Jaya sudah dilakukan jauh sebelum polemik ini mencuat.
“GRIB Jaya tidak mengetahui bahwa pada tanggal yang sama terdapat agenda pertandingan sepak bola antara Persija Jakarta dan Persib Bandung,” ujar Marcel dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa GRIB Jaya memang akan menggelar puncak Milad ke-15 di kawasan Istora Senayan pada 10 Mei 2026. Persiapan acara, termasuk perizinan penggunaan lokasi, disebut sudah diurus sejak lama.
“Benar bahwa GRIB Jaya akan menggelar Milad ke-15 di kawasan Istora Senayan pada 10 Mei 2026. Dan permohonan penggunaan fasilitas untuk kegiatan tersebut telah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya sebagai bagian dari rangkaian persiapan acara,” jelasnya.
Marcel juga menegaskan bahwa pihaknya telah memperoleh izin penggunaan fasilitas dari pengelola kawasan maupun unsur keamanan terkait.
Selain itu, GRIB Jaya meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” katanya.
Pramono Anung Akui Kecewa Persija vs Persib Tak Digelar di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut menanggapi polemik perpindahan pertandingan Persija kontra Persib tersebut.
Pramono mengaku tidak mengetahui adanya agenda GRIB Jaya di kompleks GBK pada tanggal yang sama dengan jadwal pertandingan.
“Saya enggak mau berspekulasi karena terus terang saya enggak tahu kalau ada acara GRIB, secara pribadi ya saya enggak tahu,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Ia juga mengaku kecewa karena laga besar tersebut batal digelar di ibu kota. Menurutnya, pertandingan Persija melawan Persib seharusnya bisa menjadi momentum besar bagi atmosfer sepak bola di Jakarta.
“Saya pribadi kecewa karena saya berharap bahwa pertandingan bisa diadakan di Jakarta,” ungkapnya.
Meski demikian, Pramono memilih tidak memperpanjang polemik yang berkembang. Ia menyebut keputusan pemindahan pertandingan telah melalui pertimbangan pihak-pihak yang berwenang, terutama terkait keamanan.
“Tetapi saya tidak mau berpolemik terhadap hal itu karena saya tahu reasoning atau alasan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang berkompeten untuk penyelenggaraan ini. Saya sudah mendengarkan secara langsung,” kata dia.
Jakmania Pertanyakan Alasan Pemindahan Laga
Kekecewaan juga datang dari kelompok suporter Persija, The Jakmania. Banyak pendukung Macan Kemayoran menyampaikan protes dan pertanyaan di media sosial terkait batalnya laga digelar di Jakarta.
Eks Ketua Umum Jakmania, Richard Ahmad, mengaku menerima banyak keluhan dari suporter terkait keputusan tersebut.
“Fiks pertandingan dipindahkan, dan ini menjadi elus dada, kecewa berat teman-teman dari grass root maupun darimanapun sangat kecewa kenapa tidak bisa di gelar di Jakarta,” ujar Richard dikutip dari akun YouTube NusantaraTV.
Richard mengatakan dirinya mencoba mencari penjelasan terkait alasan pertandingan dipindahkan ke Kalimantan Timur. Menurutnya, sejumlah agenda besar sebelumnya di Jakarta justru bisa berjalan tanpa mengganggu jadwal pertandingan sepak bola.
“Satu sisi saya mencari informasi secara detail apa yang menjadi dasar itu. Nah kalau dasarnya ada agenda besar itu sudah terlewati misalnya May Day, atau aksi mahasiswa. Kenapa tidak bisa digelar di Jakarta ini menjadi tanda tanya besar,” katanya.
Ia juga menyinggung informasi mengenai agenda HUT GRIB Jaya yang berlangsung di kawasan GBK pada tanggal yang sama.
Menurut Richard, apabila benar pertandingan sepak bola harus mengalah demi kegiatan organisasi masyarakat, maka hal tersebut menjadi ironi bagi perkembangan sepak bola nasional.
“Saya juga nyimak ada informasi itu. Tapi kalau misalnya benar itu terjadi, ini adalah yang katanya Pak Presiden atau Pak Menpora atau Pak Erick Thohir sebagai ketua PSSI ingin memajukan sepak bola dan mengibarkan merah putih di internasional ini menjadi kemunduran,” ucapnya.
“Ternyata sepak bola kalah dengan ormas yang akan menggelar acara di GBK dan ini sangat ironis. Dan kalau ini terjadi di tanggal 10 dilakukan oleh mereka, pastinya ini kekecewaan berat pecinta sepak bola seluruhnya,” pungkas Richard.Meta Description:
Keyword: