- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Danantara Belum All In di GOTO, Pandu Sjahrir Sebut Masih Tunggu Game Plan
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memberi sinyal belum akan agresif menambah kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk meski kinerja perusahaan teknologi tersebut mulai menunjukkan titik balik menuju profitabilitas.
Lembaga investasi negara itu memilih menahan langkah sambil menunggu strategi bisnis yang dinilai benar-benar matang dan berkelanjutan.
Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir menegaskan, pihaknya tidak ingin sekadar menjadi investor pasif yang mengejar momentum pasar. Menurut dia, investasi harus mampu menghasilkan keuntungan nyata dan memiliki arah bisnis yang jelas.
“Kita lihat aja itu tidak hanya investasi. Namun kita melihatnya memang seharusnya bisa menghasilkan profit yang baik,” ujar Pandu saat ditemui di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).
Pandu mengatakan Danantara masih mencermati perkembangan bisnis GOTO sebelum menentukan langkah berikutnya terkait potensi penambahan saham. Hingga kini, lembaga tersebut belum menetapkan target pasti besaran kepemilikan tambahan di emiten teknologi itu.
“Kita nanti lihat saja. Kalau sudah ada game plan, nanti kami komunikasikan ke publik,” katanya.
Saat ini, kepemilikan saham Danantara di GOTO masih berada di bawah satu persen. Namun, Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani menegaskan, investasi di GOTO tidak semata mengejar keuntungan finansial, melainkan juga membawa misi sosial untuk memperkuat kesejahteraan pengemudi ojek online.
Menurut Rosan, isu perlindungan sosial pengemudi, mulai dari akses BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, hingga Bonus Hari Raya (BHR), menjadi perhatian utama Danantara dalam melihat masa depan industri platform digital.
“Yang penting buat kita ini adalah kesejahteraan ojol. Bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan ojol,” ujar Rosan.
Rosan juga melontarkan kritik terhadap praktik cash burning atau bakar uang yang selama ini menjadi strategi utama persaingan platform digital. Ia menilai dana promosi jumbo seharusnya dapat dialihkan untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan mitra pengemudi.
“Kita ajak ngomong saja yang lain, ‘udah enggak usah kita burning cash seperti ini, mendingan dana ini kita pakai untuk kepentingan ojol’,” katanya.
Meski belum memerinci rencana penambahan kepemilikan saham, Rosan memberi sinyal keterlibatan Danantara di GOTO belum berhenti dalam waktu dekat.
“Nanti, ya, masih berlanjut,” ujarnya.
Langkah hati-hati Danantara datang di tengah momentum kebangkitan GOTO yang mulai berhasil keluar dari tekanan kerugian bertahun-tahun. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, perusahaan teknologi tersebut mencatat laba bersih Rp170,7 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp366,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang lonjakan pendapatan bersih menjadi Rp5,3 triliun per Maret 2026, tumbuh 26 persen secara tahunan dibandingkan posisi Rp4,2 triliun pada Maret 2025. (agr/aag)