news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Lomba Cerdas Cermas Empat Pilar MPR.
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com /antara/Gemini AI

Akui Ada Kesalahan, MPR Segera Mengevaluasi setelah Viralnya Video Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Media sosial tengah dihebohkan dengan isu lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI, yang tayang diYouTube lalu viral di Medsos lainnya.
Rabu, 13 Mei 2026 - 08:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Setelah viralnya video perlombaan cerdas cermat (LCC) pada waktu lalu, yang ditayangkan di Youtube. MPR pun mengakui ada kesalahan. 

Kesalahan tersebut disampaikan MPR melalui Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI yang sudah mengambil sikap tegas seperti putus kontrak sama MC dan dewan juri

Shindy Lutfiana Eks MC LCC MPR Kalbar
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube MPRGOID

Disampaikan pula oleh MPR kalau permohonan maaf, karena adanyakelalaian dewan juri dalam babak final yang diselenggarakan di Pontianak pada Sabtu (9/5) lalu.

Juga dikatakan sudah seharusnya kasus dan memahami bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC empat pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif.

"ramainya pemberitaan di media sosial mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan Setjen MPR RI diterima di Jakarta, Selasa., dikutip dari Antara, Rabu (13/5).

Lebih lanjut, MPR menyampaikan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba.

Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5/2026)
Sumber :
  • Tangkapan layar

Semua itu termasuk, mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan.

“Agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel.” jelas keterangan tersebut. 

Di tengah viralnya isu lomba cerdas cermat empat pilar, MPR mengapresiasi seluruh peserta, guru pendamping, dewan juri, panitia daerah serta masyarakat yang memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan gelaran LCC empat pilar.

Majelis permusyawaratan rakyat atau MPR berkomitmen menjadikan masukan publik sebagai bahan evaluasi. Guna menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas.

Perlu diketahui, polemik ini bermula dari rekaman video yang viral di YouTube MPRGOID pada sesi final Sabtu (9/5), yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 2 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Masalah muncul saat pertanyaan rebutan mengenai prosedur pemilihan anggota BPK dilemparkan oleh juri.

Situasinya diawal ada Regu C dari SMAN 1 Pontianak yang menjawab, "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."

Lomba Cerdas Cermas Empat Pilar MPR
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com /antara/Gemini AI

Lalu terlihat pihak juri kemudian memberikan pengurangan lima poin untuk jawaban regu C tersebut. Pertanyaan yang sama lantas dilempar kepada regu yang lain.

Regu B yang berasal dari SMAN 2 Sambas lalu menjawab, "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."

Setelah itu juri kemudian menyatakan jawaban regu B adalah benar. "Ya, inti jawabannya sudah benar. Nilai sepuluh," kata dewan juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B.

Regu C lantas menyampaikan keberatan atas penilaian dewan juri. "Dewan juri, izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," kata perwakilan regu.

Menanggapi hal itu, Dyastasita mengatakan, "Tadi disebutkan regu C, ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi."

"Ada," balas siswi dari regu C.

"Tadi saya mengatakan seperti ini, anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," katanya mengulang jawaban sebelumnya.

"Dewan juri tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita menimpali.

"Pak, maaf, mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain juga? Mungkin dari penonton apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?" jawab siswi regu C lagi.

"Keputusan saya kira di dewan juri, ya," ucap Dyastasita.

Kemudian jadi sorotan dari sisi MC, sebelum pembawa acara melanjutkan perlombaan ke pertanyaan selanjutnya, dewan juri yang lain, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, menyampaikan respons tambahan.

"Begini, ya, kan sudah diperingatkan dari awal, ya, artikulasi itu penting. Jadi, biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas, ya."

"Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya, itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima," ucap MC yang kink namanya juga ikut viral.(klw)

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:04
06:14
01:39
01:48
02:40
05:10

Viral