news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.
Sumber :
  • ANTARA

OJK Wanti-wanti Ancaman Global, Perbankan RI Diprediksi Kuat Meski Tekanan Ekonomi Mengintai

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan industri perbankan nasional tetap solid sepanjang 2026 meski dibayangi tekanan global, fluktuasi nilai tukar rupiah,
Minggu, 17 Mei 2026 - 16:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan industri perbankan nasional tetap solid sepanjang 2026 meski dibayangi tekanan global, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga ketidakpastian ekonomi internasional.

Di tengah situasi tersebut, regulator memastikan kondisi permodalan bank nasional masih cukup kuat untuk menghadapi berbagai skenario risiko.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kinerja perbankan hingga kuartal I/2026 masih menunjukkan kondisi yang sehat dengan fungsi intermediasi berjalan baik.

“Kami memandang bahwa kinerja perbankan secara umum akan tetap solid dengan profil risiko terjaga serta fungsi intermediasi yang berjalan baik,” ujar Dian dalam keterangan tertulis Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Minggu (17/5/2026).

Menurut OJK, kekuatan utama industri perbankan saat ini terletak pada struktur permodalan yang masih tebal sehingga mampu menjadi bantalan menghadapi guncangan ekonomi, baik yang berasal dari dalam negeri maupun global.

“Struktur permodalan perbankan saat ini juga cukup kuat menjadi bantalan mitigasi risiko dalam mengantisipasi kondisi ketidakpastian baik yang berasal dari global maupun domestik,” katanya.

Meski demikian, OJK mengingatkan tantangan sektor perbankan tahun ini tidak ringan. Dinamika geopolitik global, perlambatan ekonomi dunia, hingga kondisi investasi domestik diperkirakan masih akan memengaruhi pertumbuhan kredit nasional.

“Namun demikian, kami menyadari bahwa dinamika perkembangan situasi global dan domestik diperkirakan akan tetap mewarnai kinerja perbankan Indonesia, mengingat laju pertumbuhan kredit juga sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi perekonomian serta iklim investasi,” ujar Dian.

OJK menilai diperlukan kerja sama lintas otoritas dan pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan agar momentum pertumbuhan kredit tetap terjaga.

“Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan sinergi yang berkelanjutan antarotoritas dan pemangku kepentingan untuk memperkuat fundamental perekonomian dan menjaga stabilitas sistem keuangan,” jelasnya.

Menurut Dian, penguatan koordinasi tersebut penting agar penyaluran kredit tetap berlangsung sehat dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

“Upaya tersebut ditujukan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sehingga penyaluran kredit perbankan dapat berlangsung secara sehat, prudent, dan memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” katanya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:06
02:06
05:01
05:14
03:43
03:22

Viral