- Istimewa
Menginjak Usia 64 Tahun, Menwa Jayakarta Tegaskan Peran Nyata sebagai Wadah Strategis Penghimpun Kekuatan Bela Negara di Perguruan Tinggi
Rekam Jejak Operasi dan Posisi Strategis Pertahanan
Lebih lanjut, dalam refleksi historisnya, Komandan Menwa Jayakarta mengingatkan kembali peran historis Menwa yang kaya akan prestasi dan penugasan negara. Dalam sejarahnya, kader-kader Menwa pernah terlibat aktif dalam berbagai operasi penting, mulai dari pemberantasan PKI, berbagai rotasi Operasi Seroja di Timor Timur, misi perdamaian Garuda di Kongo, hingga penugasan di Sinai.
Terkait regulasi modern, ia juga menyinggung posisi strategis Menwa pasca-terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) yang menyebutkan anggota Menwa sebagai Komponen Pendukung Pertahanan Negara. Jauh sebelum regulasi tersebut diterbitkan secara formal, Menwa secara substansial telah mengakar dalam doktrin pertahanan sipil.
"Secara de facto, Menwa sudah sejak lama menjalankan fungsi sebagai pilar penting pengabdian dan bela negara," ungkap Putu.
Laporan Rangkaian Kegiatan oleh Ketua Panitia
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-64 Menwa Jayakarta, Adam Fakhrian yang berasal dari Satuan Menwa Universitas BSI, memberikan keterangan mengenai rangkaian kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan Menwa Jayakarta sebelum menuju ke acara puncak.
Adam menjelaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kemasyarakatan serta memperkuat solidaritas internal organisasi.
"Rangkaian peringatan kami awali dengan aksi nyata peduli masyarakat melalui Karya Bhakti lingkungan berupa perbaikan taman umum, renovasi rumah ibadah, hingga ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) sebagai bentuk penghormatan nyata kami terhadap sejarah besar bangsa ini," imbuh Adam.
Lebih lanjut, Adam menambahkan bahwa kemeriahan dan tolok ukur prestasi juga dibangun melalui ketangkasan serta sportivitas olahraga.
"Kami juga sukses menyelenggarakan pertandingan olahraga Menwa se- Jakarta serta Lomba Tembak Reaksi Menwa Tingkat Nasional yang diikuti oleh 30 tim terbaik Menwa dari Sabang sampai Merauke. Kami sangat bangga dan bersyukur karena seluruh kegiatan ini dapat terlaksana secara mandiri atas dasar militansi kader serta sokongan moral yang luar biasa dari para pihak baik pemerintah, swasta maupun tokoh masyarakat yang peduli meskipun bergerak tanpa alokasi anggaran khusus," pungkas Adam.