news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkeu Purbaya saat ditemui wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Dolar AS Menggila, Purbaya hingga Perry Warjiyo Dipanggil Prabowo ke Istana Saat Rupiah Tembus Rp17.645

Rupiah terus tertekan hingga Rp17.645 per dolar AS. Menkeu Purbaya, Airlangga, dan Gubernur BI Perry Warjiyo mendatangi Istana sore ini.
Senin, 18 Mei 2026 - 17:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuat jajaran pejabat ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat.

Sejumlah menteri ekonomi hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (18/5/2026), di tengah tekanan berat yang menghantam pasar keuangan domestik.

Kedatangan para pejabat itu langsung menyita perhatian publik karena terjadi saat rupiah terus melemah dan mendekati level psikologis baru terhadap dolar AS.

Rupiah Tembus Rp17.645 per Dolar AS

Berdasarkan data Reuters pada Senin sore, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp17.645 per dolar AS.

Posisi tersebut melemah sekitar 1,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya dan memperlihatkan tekanan besar yang masih menghantui pasar keuangan domestik.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, penguatan dolar AS, hingga sentimen negatif pasar internasional yang masih membayangi.

Kondisi itu membuat pemerintah bersama otoritas moneter bergerak cepat melakukan konsolidasi internal.

Perry Warjiyo hingga Purbaya Datangi Istana

Pantauan di Kompleks Istana menunjukkan para pejabat mulai berdatangan sekitar pukul 15.32 WIB.

Sejumlah tokoh ekonomi yang hadir di antaranya:

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

  • Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani

  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Kehadiran mereka memunculkan spekulasi terkait langkah pemerintah menghadapi tekanan rupiah dan kondisi pasar finansial yang masih sangat volatil.

Namun hingga rapat dimulai, belum ada penjelasan resmi mengenai agenda pembahasan bersama Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga dan Perry Pilih Irit Bicara

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memilih irit bicara saat ditanya mengenai agenda rapat terbatas tersebut.

“Agendanya nanti kita lihat,” kata Airlangga singkat saat tiba di Istana.

Sikap serupa juga ditunjukkan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Saat ditanya soal tekanan rupiah yang terus melemah, Perry hanya tersenyum sambil berjalan menuju area Istana tanpa memberikan keterangan kepada wartawan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dirinya hanya memenuhi undangan rapat tanpa mengetahui detail pembahasan.

“Wah, belum tahu. Saya diundang saja nih. Nanti saja habis meeting baru kita ngomong ya,” ujar Purbaya.

Tekanan Rupiah Jadi Sorotan

Rapat terbatas tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi rupiah yang terus mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Pelemahan nilai tukar dinilai menjadi tantangan serius bagi pemerintah dan Bank Indonesia karena dapat berdampak terhadap inflasi, arus modal asing, hingga stabilitas ekonomi nasional.

Selain faktor domestik, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi sentimen global, termasuk penguatan dolar AS, ketegangan geopolitik internasional, dan volatilitas pasar keuangan dunia.

Kondisi itu membuat pasar menanti langkah lanjutan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah serta meredam gejolak di pasar keuangan nasional. (agr/nsp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:56
07:21
03:23
03:11
33:03
01:17

Viral