news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris, Binokasih Sanghyang Pake, ke Keraton Sumedang Larang pada Senin (18/5)..
Sumber :
  • sumedangkab.go.id

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Selasa, 19 Mei 2026 - 02:25 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris, Binokasih Sanghyang Pake, ke Keraton Sumedang Larang pada Senin (18/5). 

Momentum ini tidak hanya menjadi simbol kembalinya benda pusaka, tetapi juga tonggak kebangkitan jati diri dan persatuan masyarakat Sunda.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memimpin langsung penyambutan mahkota tersebut bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati M. Fajar Aladila, serta tokoh-tokoh adat dan unsur Forkopimda.

Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi menyoroti antusiasme luar biasa dari warga di sepanjang jalur kirab yang memberikan dampak domino positif bagi daerah.

“Dari kirab Tatar Sunda ini banyak hal yang ditemukan dan banyak hal yang harus dikerjakan. Dari sisi ekonomi, kegiatan ini memberikan implikasi yang cukup kuat. Kita lihat hotel-hotel penuh, kunjungan masyarakat ke berbagai daerah meningkat, dan beberapa wilayah mulai tampak lebih bersih. Ini spirit yang harus terus dibangun,” ujar Dedi.

Dedi mencatat sejarah baru tercipta melalui kirab ini, di mana diperkirakan jutaan warga turun ke jalan untuk memberikan penghormatan. 

Ia pun mendesak para pimpinan daerah untuk memanfaatkan momentum ini dengan membenahi wajah kota dan menjaga identitas budaya pada arsitektur bangunan di sekitar situs bersejarah.

“Seluruh daerah ke depan harus jauh lebih baik. Kebersihan lingkungannya harus ditingkatkan, penataan kotanya diperkuat, branding daerah dikembangkan, dan estetika kawasan harus dijaga. Jangan dulu berpikir wisata, jangan dulu berpikir hasil. Tata dulu lembur kita, tata kota kita. Setelah itu, hikmah dan manfaatnya akan datang,” tegas Dedi.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran rangkaian kegiatan yang mengelilingi berbagai daerah di Jawa Barat tersebut.

“Alhamdulillah, sebuah perjalanan besar Tatar Sunda dimulai dari Sumedang dan kini kembali lagi ke Sumedang. Terima kasih kepada semua pihak yang telah menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, damai, dan lancar,” tutur Dony.

Dony berharap kembalinya mahkota ini menjadi pengingat bagi generasi muda akan kejayaan masa lalu sekaligus menjadi landasan etos kerja di masa kini. 

Ia menekankan agar nilai-nilai luhur silih asih, silih asah, dan silih asuh tetap dijunjung tinggi sebagai fondasi kesejahteraan.

“Kami berharap kembalinya Mahkota Binokasih ini menjadi berkah bagi masyarakat Jawa Barat, meningkatkan etos kerja urang Sunda dalam menjaga kehidupan dan membangun daerahnya, sehingga terwujud Sumedang dan Jawa Barat yang gemah ripah repeh rapih loh jinawi seperti masa kejayaannya dahulu,” ujarnya. (ant/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:47
09:31
02:23
02:56
07:21
03:23

Viral