news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Josepha Alexandra Roxa Potifera, siswi SMAN 1 Pontianak (tengah)..
Sumber :
  • Antara

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
Selasa, 19 Mei 2026 - 05:25 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 

Keputusan ini diambil setelah dua sekolah yang terlibat, yakni SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, secara tegas menyatakan penolakan terhadap opsi perlombaan ulang tersebut.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, mengungkapkan bahwa pembatalan ini merupakan hasil kesepakatan seluruh fraksi di MPR setelah mendengarkan langsung aspirasi dari pihak sekolah pada pekan lalu.

"Hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," ujar Abraham di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (18/5).

Selain membatalkan final ulang, MPR RI juga mengambil langkah mengejutkan dengan mengapresiasi keberanian Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang sebelumnya menjadi pusat perhatian dalam polemik tersebut. 

Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, mengumumkan bahwa Josepha akan didapuk sebagai Duta Lomba Cerdas Cermat MPR RI.

“Salah satu aspirasi teman-teman adik Josepha bisa menjadi duta LCC, besok dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut,” tutur Abcandra.

Abcandra juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi. 

Ia berkomitmen bahwa ke depannya, standar penjurian LCC akan ditingkatkan dengan melibatkan akademisi dan ahli yang lebih kredibel demi menjaga keadilan kompetisi.

"Saya pikir kami akan mengundang juri yang sesuai aspirasi dari masyarakat Indonesia ataupun yang kompeten dari universitas atau pakar tata negara," tegasnya.

Sebagai informasi, polemik ini bermula dari video viral babak final LCC Empat Pilar di Pontianak yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Saat itu, terjadi kesalahan teknis dalam penilaian pada sesi tanya-jawab rebutan.

Ketidakpuasan peserta terhadap keputusan juri, yang kemudian direspons secara kurang simpatik oleh petugas dari Setjen MPR RI, memicu kecaman luas dari warganet. 

Awalnya, MPR berencana melakukan final ulang untuk mengoreksi hasil tersebut, namun penolakan dari sekolah-sekolah terkait akhirnya menutup babak drama kompetisi ini. (ant/dpi)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:47
09:31
02:23
02:56
07:21
03:23

Viral