- Youtube DPR
Puan Maharani Harap Pemerintah Evaluasi Program dan Pencapaian Tahun 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPR RI Puan Maharani berharap pemerintah mengevaluasi seluruh program dan pencapaian pada 2026.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). Rapat turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan seluruh menteri/kepala lembaga.
“Setelah beberapa hari tim dari Pemerintah melakukan konsolidasi, kita tentu saja berharap bahwa semua program dan pencapaian yang sudah dilaksanakan tahun 2026 bisa diperbaiki, bisa dievaluasi,” kata Puan dalam pidatonya.
Puan mengatakan evaluasi tersebut dilakukan agar rencana tahun 2027 akan lebih baik dan terencana.
“Sehingga program-programnya memang bisa terserap dengan baik, dengan lancar,” ungkap dia.
Di sisi lain, Ketua DPP PDIP ini memastikan bahwa DPR mendukung seluruh program pemerintahan Prabowo-Gibran. Asalkan program-program itu ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.
“Bapak Presiden, tentu saja kami di DPR akan selalu mendukung semua program yang direncanakan oleh pemerintah,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menilai kehadiran Prabowo dalam membacakan KEM-PPKF dilakukan untuk menjawab keraguan pasar.
Pasalnya, penyampaian KEM-PPKF biasanya dilakukan oleh Menteri Keuangan. Tahun ini menjadi kali pertama dibacakan oleh Presiden.
“Tentu punya makna yang dalam, yang pertama untuk menjawab keraguan pasar terhadap likuiditas fiskal, terhadap stabilitas fiskal, kemampuan fiskal kita, kesehatan fiskal kita, dan kontinuitas fiskal kita di APBN 2026,” kata Said di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
“Barangkali keraguan itu akan dijawab dengan tutas akan direspon oleh Bapak Presiden pada forum paripurna kali ini,” tambahnya.
Said menyebut pengamat dan pelaku ekonomi, hingga para investor melihat ada kekhawatiran tentang pengelolaan fiskal negara.
“Padahal defisitnya 3 persen plus lebih sedikit, itu baru kuartal 1. Karena memang pemerintah melakukan best effort terhadap belanja di kuartal 1,” jelasnya.
Namun, dia meyakini bahwa defisit APBN 2026 maksimal berada dibacakan angka 2,6 persen.
Dengan demikian, investor maupun pelaku ekonomi tidak perlu menaruh persepsi negatif terhadap kondisi fiskal negara.
“Tapi kekhawatiran itu tidak perlu. Kita menyisakan masih ada 7 bulan dari bulan ini, dan saya yakin paling tinggi defisit kita di APBN 2026 itu sekitar 2,55 persen, maksimal 2,6 persen,” tandas Said. (saa/nsi)