news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buntut Ilma Sani Laporkan Hercules ke Polisi, Polda Metro: Pasti Lakukan Penyelidikan.
Sumber :
  • istimewa

Buntut Ilma Sani Laporkan Hercules ke Polisi, Polda Metro: Pasti Lakukan Penyelidikan

Polda Metro Jaya menyatakan telah menerima pelayangan laporan oleh Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, terhadap Hercules dan anggota GRIB Jaya soal
Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:43 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya menyatakan telah menerima pelayangan laporan oleh Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, terhadap Hercules dan anggota GRIB Jaya terkait dugaan penyekapan.

“Saya jawab ya, tadi pertanyaan adanya laporan polisi terkait tentang saudara Hercules. Laporan polisi tersebut diterima kemarin di hari Jumat, sekitar pukul 14.00 WIB. Polda Metro Jaya, di mana pun kepolisian tidak boleh menolak laporan masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Lebih lanjut Budi menuturkan, pihaknya saat ini akan melakukan penyelidikan yakni mengklarifikasi dari pelapor, hingga menganalisa barang bukti untuk membuat terang peristiwa yang terjadi.

“Tetapi dalam laporan tersebut, kepolisian pasti akan melakukan penyelidikan dengan mengklarifikasi dari pelapor, menganalisa barang bukti, olah TKP,” ucap Budi.

“Apabila dalam proses penyelidikan ini dilakukan gelar perkara, maka ada pengalihan status dari lidik menjadi sidik, penyidikan. Nah, sama nanti akan dilakukan,” sambungnya.

Kemudian, Budi mengungkapkan, pelapor dalam hal ini melaporkan terkait merampas kemerdekaan seseorang.

“Di mana korban didatangi oleh beberapa orang menanyakan keberadaan orang tuanya tetapi tidak ada, tetapi pelapor tersebut dibawa ke salah satu tempat dan diinterogasi beberapa jam baru dipulangin. Nah, setelah itu yang bersangkutan membuat laporan polisi. Kejadian itu sekira tanggal 17 Mei 2026,” jelas Budi.

Untuk diketahui, Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, melayangkan laporan terhadap Hercules dan anggota GRIB Jaya ke Polda Metro Jaya, pada Jumat (22/5/2026). Hercules dilaporkan terkait dugaan penyekapan yang terjadi pada 17 Mei 2026, sementara itu Anggota GRIB Jaya dilaporkan akibat peristiwa jemput paksa.

Adapun laporan ini telah teregister dengan nomor STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA dan nomor STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 Mei 2026.


“Kami mendampingi Saudara Ilma Sani Fitriana untuk membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya. Nah, pelaporan ini ada dua laporan rencananya. Yang pertama ditujukan kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, dan yang kedua adalah Unit Cyber Crime, atau Direktorat Reserse Kriminal Khusus Siber Polda Metro Jaya,” kata Kuasa Hukum Ilma, Gufroni, kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Lebih lanjut Gufroni menerangkan, laporan yang pertama yakni terkait dengan adanya dugaan tindakan pengepungan rumah, penculikan, penyanderaan, hingga ancaman dan verbal, kekerasan verbal.

“Kemudian ada penggunaan senjata api,, dan merendahkan klien kami, yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan sebagai Ormas GRIB, dan juga diduga dilakukan oleh ketua umumnya, dalam hal ini adalah Bapak Hercules,” ujar Gufroni.

Kemudian Gufroni menuturkan, atas peristiwa ini, kliennya merasa terguncang jiwanya dan mengalami ketakutan yang luar biasa. Bahkan, pada hari Minggu, 17 Mei 2026, Ilma dibawa paksa oleh sekelompok orang menuju markas GRIB Jaya Pusat.

“Di sana diinterogasi, dipaksa untuk mengakui bahwa Saudari Ilma yang melakukan pengiriman, pesan kepada Hercules dan istrinya yang berisikan ancaman-ancaman melalui WhatsApp-nya. Padahal itu bukan dilakukan oleh Ilma, dan sudah dijelaskan sebelum-sebelumnya bahwa handphone-nya diretas. Ya WA di-hack sehingga pada saat kejadian itu memang dia tidak bisa mengoperasikan handphone-nya,” terang Gufroni.

Kemudian Gufroni menerangkan, pelayangan laporan yang kedua yakni terkait peretasan handphone milik Ilma Sani Fitriana yang diduga menjadi penyebab Hercules marah.

“Ya, kami sudah punya bukti-bukti screenshot, tangkapan-tangkapan layar yang menunjukkan bahwa memang sebelum hari Minggu itu memang sudah ada operasi ya, sehingga handphone-nya tidak bisa digunakan,” tukasnya.

Atas peristiwa ini, pihaknya berharap agar pihak kepolisian dapat menindaklanjuti laporan yang dilayangkan. (ars/aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral