- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Menlu Sugiono
Jakarta, tvOnenews.com - Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh otoritas Israel selama beberapa hari, karena menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 akhirnya tiba di Tanah Air.
Berdasarkan pantauan tim tvOnenews.com, mereka tiba di ruang konferensi pers, di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 16.25 WIB.
Adapun, kedatangan mereka di tanah air disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono.
Para relawan kemanusiaan hingga sanak keluarga korban penahan otoritas Israel tampak antusias menyambut kepulangan mereka.
Berikut ini daftar 9 WNI yang diculik tentara Israel berdasarkan laporan GPCI:
1. Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo. (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono. (Republika) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 kini berhasil keluar dari wilayah Israel dan sedang dalam perjalanan pulang menuju Tanah Air.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan, para WNI tersebut saat ini tengah menuju Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan penerbangan kembali ke Indonesia.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan Warga Negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air,” kata Sugiono dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).
Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia, termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia.