- Pemkab Sumedang
Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Kabupaten Sumedang Kembali Lestarikan Rumah Kayu dan Bambu, Ini Alasannya
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta masyarakat Kabupaten Sumedang untuk kembali melestarikan rumah berbahan bambu dan kayu.
Menurut dia, rumah berbahan bambu dan kayu merupakan bagian dari identitas budaya Sunda.
Di samping itu, Kang Dedi Mulyadi atau KDM menilai hunian tersebut yang selaras dengan alam.
“Rumah kayu itu sesuai dengan keinginan air, keinginan angin dan keinginan tanah. Itu bagian dari budaya Sunda yang harus kita jaga,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Menurut KDM, rumah tradisional berbahan bambu dan kayu punya banyak keunggulan dibanding bangunan beton terutama di wilayah pedesaan dan perbukitan.
Keunggulannya, yakni lebih sejuk, lebih nyaman dan mampu beradaptasi dengan kondisi alam sekitar.
Pasalnya, sambung dia, sifat material bambu dan kayu yang fleksibel dianggap sejalan dengan karakter lingkungan di daerah tersebut.
Di samping itu, KDM menyebut rumah bambu dan kayu mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sunda yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Kalau rumah bambu terkena angin dia mengikuti, kalau tanah bergerak dia lebih lentur. Itu sebabnya rumah tradisional punya filosofi menyatu dengan alam,” terangnya.
Adapun wilayah Situraja sebagai daerah percontohan disebut memiliki potensi besar untuk mempertahankan pola hunian berbasis kearifan lokal tersebut.
Oleh karena itu, dia berharap pemerintah daerah mendorong pembangunan yang tidak meninggalkan identitas budaya seperti rumah berbasis kayu dan bambu dengan gaya arsitektur Sunda. (ant/nsi)