news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi hujan deras..
Sumber :
  • Antara

El Nino Makin Menguat, Tapi Hujan Deras Masih Mengguyur RI? Ternyata Ini Penyebabnya

BMKG menjelaskan alasan hujan deras masih mengguyur Indonesia meski El Nino mulai menguat. Faktor laut hangat dan cuaca lokal jadi pemicunya.
Selasa, 26 Mei 2026 - 21:20 WIB
Reporter:
Editor :

BMKG menjelaskan dampak El Nino tidak terjadi merata di semua daerah.

Di wilayah Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah, hujan lebat masih sering turun akibat pengaruh lokal Teluk Palu serta konveksi pegunungan. Namun tren defisit hujan diperkirakan mulai menguat pada Juni 2026.

Sementara di Parigi Moutong dan Banggai, pola cuaca kering mulai terasa meski hujan ekstrem sesekali masih terjadi.

Adapun wilayah Poso dan Tojo Una-Una diperkirakan masih mengalami hujan lokal karena faktor topografi pegunungan. Meski demikian, debit sungai diprediksi turun drastis pada Agustus hingga September mendatang.

Tolitoli dan Buol juga disebut relatif lebih basah akibat pengaruh monsun barat. Namun ancaman kekeringan tetap membayangi jika El Nino terus berlanjut hingga akhir tahun.

BMKG Minta Masyarakat Waspada Ganda

Melihat kondisi tersebut, BMKG meminta masyarakat menerapkan “kewaspadaan ganda”.

Artinya, masyarakat harus tetap waspada terhadap ancaman banjir dan longsor dalam jangka pendek, sekaligus bersiap menghadapi potensi kekeringan dalam beberapa bulan ke depan.

BMKG merekomendasikan pengisian embung, waduk, dan danau dimaksimalkan selama hujan masih berlangsung.

Beberapa kawasan seperti Danau Poso dan Danau Lindu dinilai penting sebagai cadangan air saat musim kering tiba.

Selain itu, jalur Trans Sulawesi terutama kawasan Kebun Kopi yang menghubungkan Palu dan Parigi Moutong juga diminta waspada karena rawan longsor saat hujan deras.

Wilayah Pertanian Diminta Bersiap Hadapi Musim Kering

BMKG juga mengingatkan wilayah lumbung pangan seperti Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong agar mulai menyesuaikan pola tanam menghadapi ancaman kekeringan.

Petani disarankan beralih ke tanaman palawija seperti jagung, kedelai, dan umbi-umbian yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di kawasan Lembah Palu yang dikenal memiliki curah hujan tahunan rendah dan sangat rentan kebakaran saat El Nino berlangsung.

El Nino Menguat, Tapi Cuaca Ekstrem Masih Bisa Terjadi

BMKG menegaskan indeks Niño 3.4 yang kini positif menjadi sinyal bahwa curah hujan bulanan ke depan berpotensi berada di bawah normal.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:36
04:36
05:49
03:15
02:13
01:30

Viral