news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis (28/5)..
Sumber :
  • Antara

Presiden Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Dipelajari di Sekolah Indonesia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kemitraan antara Indonesia dan Prancis kini tengah berada dalam masa keemasan. 
Kamis, 28 Mei 2026 - 23:24 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kemitraan antara Indonesia dan Prancis kini tengah berada dalam masa keemasan. 

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Paris, pada Kamis (27/5) waktu setempat.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasinya atas keharmonisan hubungan kedua negara yang dinilai semakin solid di berbagai bidang.

"Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis berada di tingkat, menurut saya yang terbaik selama ini," ujar Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari saluran YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menilai kedekatan ini tercipta berkat kesamaan pandangan dalam merespons berbagai isu internasional, serta peran aktif Presiden Macron dalam memperkuat hubungan kedua negara.

"Dalam beberapa hal, Indonesia dan Perancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron," tambahnya.

Selain menyoroti kemajuan pesat di sektor pertahanan, sains, dan teknologi, Presiden Prabowo juga membawa misi khusus di bidang pendidikan. 

Sebagai langkah konkret untuk menghadapi tantangan global masa depan, ia telah memerintahkan penguatan literasi bahasa Prancis di institusi pendidikan tanah air.

"Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Perancis, melihat perkembangan dunia ke depan," tegas Kepala Negara.

Kunjungan ini merupakan kali ketiga Prabowo menyambangi Prancis sepanjang tahun ini. Ia juga mengenang momen historis tahun lalu ketika Indonesia mendapatkan undangan istimewa untuk berpartisipasi dalam Parade Militer Hari Nasional Prancis (Bastille Day).

"Tahun lalu, Indonesia mendapat kehormatan besar karena diundang bisa ikut dalam defile 14 Juli, hari kebangsaan bagi Republik Prancis. Ini saya kira kehormatan sangat besar. Mungkin kita negara Asia pertama yang defile di benua Eropa," kenang Prabowo.

Presiden Prabowo tiba di Istana Élysée sekitar pukul 15.40 waktu setempat dan disambut hangat oleh Presiden Emmanuel Macron bersama Ibu Negara Brigitte Macron. Kunjungan kenegaraan ini merupakan pemenuhan undangan Macron yang sempat tertunda bulan lalu.

Dalam lawatan strategis ini, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. 

Turut hadir pula dalam delegasi tersebut putra Presiden, Ragowo Hediprasetyo (Didit Hediprasetyo), dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (ant/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:20
02:44
01:15
01:30
01:23
00:58

Viral