- Istimewa
Kinerja Kuartal I 2026 Tumbuh, Telkom Percepat Transformasi TLKM 30 dan Perkuat Bisnis Digital
Kondisi tersebut menunjukkan perbaikan pasar telekomunikasi yang semakin sehat dan stabil.
Dian menegaskan bahwa kebutuhan internet dan konektivitas masih akan terus tumbuh karena telah menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Menurutnya, Telkom akan terus memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband dengan tetap fokus menghadirkan customer experience yang optimal.
Mitratel dan Fiber Optik Jadi Motor Pertumbuhan B2B Infrastructure
Di segmen B2B Infrastructure, Telkom mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 6,8 persen YoY menjadi Rp2,4 triliun.
Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT) yang dijalankan Mitratel. Anak usaha Telkom tersebut membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4 persen YoY.
Tower Leasing dan Tower-Related Business masih menjadi penopang utama stabilitas pendapatan Mitratel. Perusahaan juga berhasil menjaga EBITDA margin tetap stabil di level 82,7 persen berkat efektivitas pengelolaan biaya dan fundamental bisnis yang kuat.
Sepanjang kuartal pertama 2026, Mitratel menambah jaringan fiber optic sepanjang 1.080 kilometer sehingga total kepemilikan fiber optic mencapai 58.279 kilometer.
Ekspansi ini memperkuat posisi Mitratel sebagai Next-Gen Tower Company yang terintegrasi di Asia Tenggara.
Data Center dan Layanan Internasional Tumbuh Positif
Pada bisnis data center, Telkom mengandalkan fasilitas milik NeutraDC Group dan edge data center NeuCentrIX. Permintaan terhadap layanan data center terus meningkat seiring pertumbuhan industri digital dan kebutuhan teknologi berbasis AI.
Karena itu, Telkom tengah menyiapkan langkah konsolidasi agar NeutraDC dapat mengelola seluruh aset data center secara lebih fokus dan optimal.
Langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang monetisasi aset serta memperluas layanan melalui kolaborasi strategis.
Sementara itu, unit Wholesale & International Service membukukan pendapatan Rp2,8 triliun. Pertumbuhan layanan interkoneksi mencapai 18,9 persen secara quarter to quarter (QoQ), didorong peningkatan aktivitas international wholesale voice business.
Restrukturisasi B2B ICT untuk Perkuat Daya Saing
Pada segmen B2B ICT, Telkom mencatat pendapatan sebesar Rp3,1 triliun.
Meski pertumbuhan bisnis pada segmen ini cenderung melandai, kondisi tersebut dipengaruhi proses restrukturisasi yang masih berlangsung. Perseroan kini lebih selektif dalam menjajaki kerja sama baru sebagai bagian dari strategi memperbaiki margin bisnis.