- ANTARA/Risky Syukur
Fitnah Jadi Modus Baru Komplotan Begal di Jakarta Barat: Buntuti dan Pepet Korban, Lontarkan Tuduhan hingga "Diburung-burungi"
Jakarta, tvOnenews.com - Tiga orang komplotan begal bermodus fitnah hingga pengeroyokan di Cengkareng, Jakarta Barat, berhasil ditangkap.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Parman Gultom menjelaskan bagaimana para pelaku melancarkan aksinya. Dia menyebut para pelaku berkelompok lalu membuntuti korban di jalan.
Setelah itu, mereka memepet kendaraan target dan tiba-tiba melontarkan tuduhan seolah-olah korban telah melakukan kekerasan terhadap keluarga mereka.
“Kronologisnya mereka mengikuti korban dari belakang. Setelah memepet motor mereka mengatakan, ‘Kamu tadi menganiaya adik saya ya?’. Setelah itu korban dipinggirkan,” jelasnya, Jumat (29/5/2026).
Gultom menyebut para pelaku pun mulai melakukan intimidasi secara beramai-ramai setelah korban berhenti.
Korban dibuat dalam posisi dikerubungi hingga mengalami tekanan psikologis. Setelah itu, korban dianiaya dan barang berharganya dirampas.
“Bahasa gaulnya diburung-burungin. Dikerubungi kemudian motor diambil. Bukan hanya motor, HP korban juga diambil dan korbannya dianiaya,” terangnya.
Doa menyebut korban mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan dan pendorongan hingga terjatuh.
Meski para pelaku tidak menggunakan senjata tajam, sambung dia, mereka memanfaatkan benda-benda di sekitar lokasi untuk melukai korban.
Pihaknya menduga kelompok begal ini tidak hanya beraksi satu kali.
Meski begitu, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan lokasi kejadian lain dan keterlibatan pelaku dalam kasus serupa.
“Masih ada yang kita ungkap nanti ke depannya. Modusnya sama juga diburung-burungin,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, uang hasil penjualan motor curian digunakan para pelaku untuk kebutuhan hiburan hingga judi online.
Saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk proses hukum lebih lanjut. (ant/nsi)