- Cepi Kurnia/tvOne
Dedi Mulyadi Sayangkan Mentalitas Sebagian Orang Tua yang Ngaku Tak Punya Uang untuk Pendidikan Anak, tapi Konsumtif untuk Gaya Hidup
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menayangkan mentalitas sebagian orang tua yang sering mengaku-ngaku tidak punya uang untuk pendidikan anak, tapi gaya hidupnya konsumtif.
Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan usai salat id Idul Adha di Kota Banjar, pada Rabu (27/5/2026) lalu.
Sambutan tersebut menjadi refleksi sosial yang mendalam saat pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu menyoroti paradoks perilaku masyarakat modern dalam hal prioritas ekonomi dan pendidikan anak.
KDM menegaskan negara memang menjamin sekolah gratis hingga tingkat SMA bagi warga tidak mampu termasuk memberikan subsidi penuh bagi anak miskin yang bersekolah di institusi swasta melalui kerja sama pemerintah.
Akan tetapi, Kang Dedi Mulyadi menyayangkan mentalitas sebagian orang tua yang sering mengaku-ngaku tidak memiliki uang untuk keperluan pendidikan, tapi sangat konsumtif untuk gaya hidup.
“Kalau untuk bayaran atau sumbangan sekolah Rp100.000 ributnya bisa sealam dunia. Tapi untuk beli HP baru, beli motor atau uang jajan anak Rp30.000 setiap hari mereka diam saja, tidak pernah mengeluh,” ucapnya.
Bicara soal HP dan motor, KDM menilai penetrasi benda tersebut dapat merusak mentalitas generasi muda Jawa Barat secara sistematis apabila penggunaannya tidak terkontrol.
“Dulu anak-anak menunduk melihat cangkul (bekerja), mendongak melihat masa depan. Sekarang menunduk melihat HP, mendongak melihat motor. HP butuh kuota, motor butuh BBM, padahal penghasilan orang tua makin turun,” katanya.
Menurutnya, dampak berantai dari gaya hidup ini sangat merusak tatanan keluarga.
Disaat anak menuntut fasilitas di luar kemampuan ekonomi, kata dia, tak sedikit orang tua yang terjebak gengsi akhirnya menempuh jalan pintas dengan meminjam uang ke bank emok bahkan pinjaman online (pinjol). (nsi)