- tim tvOne
Pemerhati Nilai Sekolah Rakyat Jadi Fondasi Strategis dan Fundamental untuk Pembangunan SDM Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah tengah mengebut pembangunan program Sekolah Rakyat di seluruh Indonsia agar rampung tepat waktu pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Pembangunan sekolah rakyat ini dilakukan guna mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera dapat bersekolah.
Menanggapi hal itu, pemerhati jaminan sosial ketenagakerjaan Teguh Purwanto menilai Program Sekolah Rakyat yang dijalankan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki potensi besar menjadi salah satu program transformasi sosial penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan kualitas SDM nasional yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau.
- Istimewa
“Sekolah Rakyat memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak bangsa yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki kualitas kompetensi yang bagus untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik untuk meraih masa depan yang cerah di masa mendatang. Ini langkah yang sangat luar biasa,” ujar Teguh di Jakarta dikutip Minggu (31/5/2026).
Teguh menilai pendidikan merupakan salah satu instrumen paling fundamental, penting dan strategis dalam membangun kualitas anak bangsa, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pengembangan daya nalar dan logika, kemampuan sosial, kepercayaan diri, hingga kepemimpinan generasi muda Indonesia.
“Di sekolah bukan hanya belajar akademik, tetapi juga membangun logika, daya nalar, sosialisasi, dan leadership. Itu pondasi penting untuk menciptakan SDM unggul, tangguh memiliki dan daya saing unggul di masa depan,” katanya.
Mantan pejabat senior BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki pengalaman lebih dari 34 tahun di bidang jaminan sosial itu menilai keberhasilan Sekolah Rakyat juga sangat ditentukan oleh kualitas ekosistem tenaga pendidik dan pengelola program.
Karena itu, ia menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial yang komprehensif bagi guru dan seluruh pekerja dalam lingkungan Sekolah Rakyat.
Menurut Teguh, langkah pemerintah menempatkan guru Sekolah Rakyat dalam skema ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi fondasi penting karena memberikan kepastian hukum dan perlindungan jaminan sosial yang layak bagi para tenaga pendidik dan pekerja dalam sekolah rakyat.
“Keputusan menempatkan guru Sekolah Rakyat dalam skema ASN PPPK adalah langkah yang tepat. Negara hadir memberikan kepastian atas hak-hak dasar mereka dalam bentuk jaminan sosial sebagai pekerja sekaligus pendidik,” ujarnya.
Ia menjelaskan guru Sekolah Rakyat memiliki karakteristik pekerjaan yang berbeda dibanding tenaga pengajar pada umumnya. Tidak hanya mengajar, tetapi mereka juga mendampingi siswa di lingkungan asrama, bekerja dalam sistem shift, dan bersedia ditempatkan hingga ke berbagai wilayah terpencil di Indonesia.
“Tanggung jawab mereka bukan hanya akademik, tetapi juga sosial, emosional, bahkan spiritual bagi anak-anak dari kelompok paling rentan,” ujar pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan University of New South Wales, Sydney, Australia.
Menurut Teguh, dedikasi tersebut harus diimbangi dengan sistem perlindungan sosial yang memadai sesuai peraturan perundangan yang berlaku dalam skema program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), hingga program pensiun.
“Kalau tenaga pendidik dan pekerja dalam Sekolah Rakyat merasa aman dan terlindungi, mereka akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk mendidik anak-anak bangsa,” tambahnya.
Ia menilai perlindungan sosial bagi guru tidak boleh dipandang sebagai beban pengeluaran negara, melainkan investasi strategis jangka panjang terhadap kualitas pendidikan nasional.
Mengacu pada berbagai penelitian dari RAND Corporation (2021), secara konsisten menunjukan bahwa stabilitas tenaga pendidik di sekolah dengan populasi yang rentan merupakan prediktor terkuat terhadap capaian jangka panjang.
Guru yang merasa aman dan terlindungi bekerja lebih konsisten, lebih hadir secara emosional dan membangun hubungan pengasuhan yang lebih dalam dengan siswanya.
Teguh menyebut kualitas guru merupakan faktor terbesar yang menentukan keberhasilan pendidikan siswa dibandingkan fasilitas fisik maupun teknologi pembelajaran.
“Investasi pada kesejahteraan guru adalah investasi langsung terhadap kualitas output pendidikan. Setiap perlindungan yang diberikan kepada guru akan kembali dalam bentuk kualitas SDM anak bangsa yang lebih baik di masa mendatang,” katanya.
Teguh juga menyoroti pentingnya membangun sistem perlindungan sosial yang terintegrasi dalam ekosistem Sekolah Rakyat, mulai dari guru, tenaga administrasi, hingga seluruh pekerja pendukung program.
Ia mengusulkan adanya pemetaan risiko kerja khusus untuk lingkungan boarding school, program literasi jaminan sosial bagi tenaga pendidik, hingga sistem pemantauan kepesertaan jaminan sosial secara real-time.
“Program yang kuat adalah program yang melindungi seluruh pihak di dalamnya, dari siswa di ruang kelas hingga guru yang menjaga mereka sepanjang malam,” ujarnya.
Teguh sebelumnya juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan sosial dalam berbagai program prioritas pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.
Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi role model baru pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya unggul dari sisi kurikulum, tetapi juga mampu menghadirkan kesejahteraan dan perlindungan bagi seluruh tenaga pendidiknya.
“Ketika anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Indonesia dipersiapkan oleh guru-guru yang berdedikasi tinggi, sejahtera karena terlindungi dalam jaminan sosial,, itulah pondasi paling kokoh menghasilkan anak bangsa yang berkualitas dan berdaya saing unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (muu)