news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) di Papua.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Masyarakat Papua Berbondong-bondong Beri Doa Dedi Mulyadi Jaga Hutan Papua: Mau Ada Pemimpin Amanah Hargai Alam

Perwakilan Pemkab Boven Digoel, Franky mengatakan, masyarakat Papua mendoakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) sebelum penyerahan replika pohon Korowai.
Selasa, 2 Juni 2026 - 15:12 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Masyarakat Papua dari Kabupaten Boven Digoel mendoakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Hal itu sebelum menyerahkan replika rumah pohon Korowai.

Perwakilan Pemkab Boven Digoel, Franky menyampaikan alasan masyarakat Papua memberikan replika pohon Korowai kepada Dedi Mulyadi usai Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).

Franky menjelaskan, penyerahan replika ini tidak hanya berupa cenderamata, tetapi juga simbol penghormatan dari masyarakat adat Papua kepada Dedi Mulyadi.

Kata Franky, mereka memberikan penghargaan kepada Dedi Mulyadi lantaran memperhatikan nilai-nilai budaya. Selain itu, mereka juga mengapresiasi upaya KDM menjaga kearifan lokal.

"Mereka berdoa mudah-mudahan ada pemimpin yang amanah, yang baik, yang menghargai pemberian alam yang Tuhan kasih," ujar Franky dalam  keterangan resminya dikutip, Selasa (2/6/2026).

"Tuhan menciptakan tanah, air, pohon, dan semua kekayaan alam yang hari ini masih dijaga oleh masyarakat Papua," sambungnya.

Pesan dari Masyarakat Papua Bisa sampai kepada Dedi Mulyadi

Momen Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) mendapat replika rumah pohon Korowai
Sumber :
  • Humas Jabar

Lebih lanjut, Franky berpendapat makna dari pohon dan hutan bagi masyarakat Korowai. Kedua aspek ini tidak hanya sumber daya alam, tetapi sudah menjadi bagian hidup mereka.

Mereka tidak bisa terpisahkan dari pohon dan hutan. Untuk itu, pesan dari masyarakat Korowai melalui replika pohon itu diharapkan bisa sampai kepada KDM, khususnya pemimpin di Indonesia.

"Mereka masih tinggal di pohon, hidup dari hutan, dan hutan adalah rumah sekaligus sumber makanan bagi mereka," terangnya.

Ia menyampaikan satu pesan didambakan masyarakat adat Papua. Mereka menginginkan para pemimpin di Indonesia semakin peduli betapa pentingnya kelestarian lingkungan dan alam.

Menurut mereka, kelestarian bentuk menghargai masyarakat adat telah menjaga hutan selama berabad-abad. Adanya replika pohon Korowai menunjukkan simbol hubungan antara manusia dan alam.

Masyarakat Papua tidak menginginkan upaya para leluhur luntur begitu saja. Usaha mereka menjaga alam wajib dinikmati dari generasi ke generasi.

"Mereka berpesan, mudah-mudahan setiap orang yang melihat dan mendengar kisah ini memahami pentingnya menjaga alam," jelasnya.

Untuk KDM, Franky mengatakan bahwa, masyarakat adat dari Korowai berharap Gubernur Jabar mampu menjalankan amanahnya dengan baik.

"Mereka juga berdoa agar Kang Dedi diberikan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara," tambahnya.

Masyarakat Papua Ingin Pemimpin Selamatkan Hutan

Franky menyampaikan bahwa masyarakat adat Korowai apresiasi upaya para pemimpin memberikan perhatian kepada Papua. Hal ini mengacu pada pembangunan fisik.

Akan tetapi, upaya pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, namun juga wajib melestarikan hutan yang sudah menyatu sebagai ruang hidup masyarakat di Papua.

"Mereka berharap ada pemimpin yang mampu menjaga dan menyelamatkan hutan-hutan yang ada di Papua karena bagi mereka hutan adalah kehidupan," katanya.

Diketahui, KDM dan beberapa jajaran Pemprov Jabar menghadiri konferensi tahunan APS diJayapura. Di momen ini, ia menekankan pembangunan selama ini hanya berfokus pada teknokratik.

Mantan Bupati Purwakarta itu pun menyoroti salah satu contohnya mengacu pada rumah pohon masyarakat Korowai. Menurutnya, rumah pohon tersebut menjadi bagian dari identitas budaya Papua.

"Rumah pohon Korowai itu sebenarnya sains tingkat tinggi. Mereka bisa bertahan hidup tanpa merusak ekosistem. Mereka memahami alam, memahami ancaman lingkungan, memahami cara bertahan hidup, dan itu diwariskan secara turun-temurun," kata Dedi Mulyadi.

KDM memahami ada upaya pembangunan agar seluruh cara hidup masyarakat adat menjadi modern. Namun pembangunan juga wajib menghargai dan mengembangkan pengetahuan di Papua.

"Kita sering kali melihat Papua dengan kacamata luar. Padahal masyarakat Papua memiliki cara pandang, sistem pengetahuan, dan nilai-nilai yang lahir dari lingkungan hidupnya sendiri. Itu harus menjadi bagian dari fondasi pembangunan," paparnya.

Oleh karena itu, ia menilai indikator produktivitas ekonomi bersifat industrialistik dinilai tidak tepat menjadi indikator tingkat kemajuan.

"Papua memiliki hutan, laut, sungai, dan sumber daya alam yang luar biasa. Cara hidup masyarakatnya dibentuk oleh kondisi alam tersebut," terangnya.

"Maka ukuran keberhasilannya tidak bisa disamakan begitu saja dengan daerah yang berkembang melalui industrialisasi," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
01:06
03:52
04:26
01:37
01:24

Viral