- istimewa
Ditanya soal Pencopotan Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Irma Suryani: Saya Sudah Wanti-wanti dari Awal
Jakarta, tvOnenews.com - Pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, ternyata menyedot perhatian publik hingga menuai komentar elite politik, seperti Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago.
Dalam hal ini, awak media bertanya soal tanggapan Irma Suryani Chaniago selaku Anggota Komisi IX DPR RI terkait Presiden Prabowo Subianto copot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN.
Kata Irma Suryani, bahwa pergantian tersebut merupakan hal yang wajar. Karena menurut dia, pencopotan Dadan yang kemudian digantikan oleh Nanik S. Deyang, dilakukan demi memastikan tujuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat tercapai.
"Sangat wajar pergantian itu, agar kontrol dan peningkatan kualitas SPPG jauh lebih baik dan tujuan MBG tercapai," ucap Irma Suryani kepada awak media, Selasa (2/6/2026).
Kemudian, saat disinggung pergantian Dadan Hindayana ini karena mencuatnya sorotan publik terhadap pernyataan Dadan yang ingin anak sekolah Indonesia di Arab Saudi mendapatkan Makan Begizi Gratis (MBG).
Irma Suryani katakan, bahwa dirinya sejak awal sudah mengingatkan agar Kepala BGN fokus pada tugas utamanya dan tidak membahas persoalan di luar lingkup program.
"Saya kan sudah wanti-wanti dari awal, focus saja ke program MBG untuk anak sekolah, balita dan ibu hamil, nggak usah melebar kemana-mana," beber Irma Suryani.
Kemudian, saat ditanya soal sosok Nanik yang menjadi pengganti Dadan, ia hanya melontarkan harapannya.
Di mana, Politikus NasDem itu berharap kepemimpinannya dapat membawa perbaikan.
"Inshaa Allah harus lebih baik lagi, focus dan capai target pemenuhan gizi sesuai target presiden," ucap Irma Suryani.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Seperti diketahui, BGN merupakan lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Selasa (2/6/2026).
Sontak, pencopotan tersebut menyedot perhatian hingga menuai pertanyaan sebagian public terkaiat penyebab Dadan dicopot Presiden Prabowo dari Kepala BGN.
Dalam hal ini, Mensesneg Prasetyo Hadi jelaskan, bahwa keputusan pergantian pimpinan diambil setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama lebih dari satu tahun.
“Selama kurang lebih 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa 2 Juni 2026, Bapak Presiden memutuskan melakukan pergantian pimpinan BGN. Pertama, saudara Dadan Hindayana sebagai kepala BGN. Disertai ucapakan terima kasih,” ucap Mensesneg Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Istana.
Dadan diketahui menjabat sebagai Kepala BGN sejak dilantik pada 19 Agustus 2024. Saat itu, pelantikannya dilakukan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, beberapa bulan sebelum pergantian pemerintahan kepada Prabowo Subianto.
“Bapak presiden terus melakukan monitoring yang pada akhirnya melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja kabinet termasuk kinerja Badan Gizi Nasional,” tegasnya.
“Tentu di dalam proses evaluasi tersebut, bapak presiden mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak baik dari kementerian terkait dan masyarakat,” jelas Mensesneg Prasetyo Hadi. (aag)