- BPMI Istana Negara
Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik
Jakarta, tvOnenews.com - Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana.
Untuk diketahui, Dandan Hindayana dicopot sebagai Kepala BGN digantikan oleh Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Pergantian itu langsung diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Selain Dadan Hindayana, Presiden Prabowo juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
“Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ucap Prasetyo Hadi dalam jumpa pers.
Lantas, berapa harta kekayaan mantan Kepala BGN Dandan Hindayana?
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 14 Maret 2025 saat awal menjabat, total kekayaan Dadan mencapai Rp 9.022.400.000.
Dalam laporan itu, aset terbesar Dadan Hindayana berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp 5,9 miliar.
Rinciannya meliputi tanah dan bangunan seluas 150 meter persegi/250 meter persegi di Kota Bogor senilai Rp2 miliar.
Selain itu, ia juga memiliki tanah seluas 459 meter persegi di Bogor dengan nilai mencapai Rp 3,9 miliar.
Sementara pada kategori alat transportasi dan mesin, Dadan tercatat memiliki tiga unit mobil dengan total nilai Rp 1,4 miliar.
Kendaraan tersebut terdiri dari Mazda CX-5 tahun 2023 senilai Rp 675 juta, Honda HR-V 1.5L SE CVT tahun 2024 senilai Rp 330 juta, serta Mazda CX-3 1.5 A/T tahun 2023 senilai Rp 395 juta.
Selain itu, Dadan Hindayana juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp 322,4 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp 1,4 miliar.
Dalam laporan LHKPN tersebut, Dadan Hindayana tidak tercatat memiliki utang maupun surat berharga.
Porfil Lengkap Dadan Hindayana
Berdasarkan data yang dihimpun tvOnenews.com, Dadan dikenal sebagai entomologis Indonesia dari kampus IPB.
Di dunia akademisi, nama Prof Dadan cukup terkenal. Karya tulisnya kerap masuk dalam jurnal-jurnal science.
Sebelum masuk pemerintahan, mantan Kepala BGN itu mengajar di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB dan menekuni bidang entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga.
Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 10 Juli 1967 itu menyelesaikan pendidikan sarjana di IPB pada 1990.
Setelah itu, Dadan melanjutkan studi magister di University of Bonn, Jerman, dan meraih gelar doktor di Leibniz Universität Hannover, Jerman, dengan fokus pada bidang entomologi terapan.
Karier Dadan tidak hanya berkutat di dunia akademik. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan IPB, termasuk Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB.
Selain itu, Dadan juga pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau di Halmahera Barat, Maluku Utara.
Saat dipercaya memimpin BGN, Dadan mendapat tugas besar untuk mengawal pemenuhan gizi nasional, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Badan Gizi Nasional bertugas merumuskan kebijakan, melakukan koordinasi, hingga pengawasan dalam pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.
Dadan pun menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Prabowo dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2) lalu.
Dadan dilantik sebagai Kepala BGN di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 19 Agustus 2024. Jabatannya kini diemban oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN. (aag)